fbpx

Ketika mendengar kata “pembukuan”, tentu yang terlintas di benak mayoritas orang adalah hal-hal seputar bisnis, aktivitas finansial, atau transaksi. Eits jangan langsung antipati dulu, memang bagi sebagian orang mungkin pembukuan identik dengan proses yang rumit nan membingungkan. Tapi jika kita tahu tips dan triknya, pembukuan adalah proses krusial yang sangat menyenangkan dan bermanfaat.

Pembukuan, Dasar Sistem Akuntansi

Sebenarnya, setiap perusahaan bisnis baik skala kecil maupun besar sekalipun tentu menggunakan pembukuan sebagai dasar dari sistem akuntansi mereka. Di dalam pembukuan, ada proses pencatatan segala informasi keuangan secara teratur. Artinya, dalam pembukuan terekam semua lalu lintas transaksi bisnis Anda.

Apa saja data yang tercantum dalam pembukuan? Sangat beragam mulai dari modal, harta, penghasilan, biaya, perolehan/penyerahan barang dan jasa, serta masih banyak lagi. Tidak sampai situ saja, dalam pembukuan juga ada proses pembuatan laporan keuangan berupa neraca untuk menganalisis laba dan rugi dalam periode tertentu.

Tips Cerdas Pembukuan dari Ahlinya

Tetap Terorganisir

Salah satu tips terpenting untuk bisnis skala kecil ketika sudah berurusan dengan pembukuan adalah memastikan seluruh catatannya terorganisir dengan baik sepanjang tahun. Jangan sampai Anda mencatatnya angin-anginan, atau terkadang rajin tapi di waktu lainnya justru abai.

Untuk itu, pastikan seluruh dokumen dan kertas-kertas terkecil sekalipun tersimpan dengan baik. Bila perlu, Anda bisa mengklasifikasikan pengeluaran sesuai dengan kategorinya. Selain itu, khusus di bagian pemasukan, tuliskan seluruh metode penerimaan yang Anda gunakan ya!

Pisahkan dengan Keuangan Pribadi

Ini hal utama yang kerap dipandang sepele namun justru berpotensi merusak seluruh proses pembukuan. Jangan pernah satukan keuangan pribadi dengan urusan bisnis. Di detik pertama ketika Anda memulai bisnis, bertanggung jawablah pada semua hal termasuk urusan pembukuan.

Sangatlah penting untuk membuat rekening terpisah antara urusan pribadi dengan bisnis. Cara ini akan memudahkan Anda dalam mendata seluruh aktivitas transaksi di rekening. Dengan demikian, proses pembukuan jauh lebih cepat dan ringkas.

Gunakan Software Pendukung

Manfaatkan teknologi sebaik mungkin, terutama jika menguntungkan untuk bisnis Anda. Gunakan peranti lunak atau software yang bisa membantu melaporkan secara real time kepada Anda. Dengan menggunakan software dan menyimpan data di cloud, maka proses pembukuan juga jauh lebih aman.

Berhemat!

Meskipun tips nomor 4 mengimbau Anda untuk menggunakan teknologi untuk memudahkan proses pembukuan, jangan tergoda untuk membeli software yang tidak benar-benar diperlukan. Misalnya untuk urusan gaji karyawan. Jika Anda bisa mengelolanya sendiri dengan rumus excel yang terbukti akurat, artinya tak perlu menggunakan payroll software yang mahal, bukan?

Kemudian, manfaatkan juga kalender sebagai pengingat untuk semua jadwal-jadwal penting. Misalnya, kapan harus merekap, menggaji karyawan, dan lainnya. Cara ini bukan hanya menjadi asisten pribadi Anda, tapi juga menghemat pengeluaran bisnis Anda.

Jika Anda Sibuk…

Jika Anda membayangkan tak mungkin ada waktu tersisa untuk berkutat mengurusi gaji karyawan secara manual, maka pilihlah software yang terjangkau dan bisa dijajal secara cuma-cuma. Ada banyak peranti lunak yang menyediakan layanan seperti itu.

Dengan layanan ini, Anda bisa menyimpan data pegawai di cloud dan ketika saat gajian datang, semuanya bisa dilakukan secara otomatis. Cara ini akan menghemat waktu Anda dan bisa digunakan untuk aktivitas lain yang jauh lebih produktif.

Cocokkan Rekening dan Pembukuan

Biasanya hal ini luput dilakukan oleh para pebisnis dan bisa terjadi hingga berbulan-bulan! Jangan sampai hal ini terjadi pada Anda. Sebisa mungkin, Anda harus disiplin mencocokkan data di rekening dan pembukuan secara berkala. Apalagi, data rekening bisa diakses dengan mudah lewat akun internet banking Anda.

Evaluasi Berkala

Tak hanya mencocokkan rekening dan pembukuan saja, hal yang juga penting dilakukan adalah mengevaluasi data pembukuan Anda secara berkala. Mulai dari bulanan, triwulanan, hingga tahunan. Contohnya ketika Anda rajin mengevaluasi bagian pendapatan secara detil, maka akan terlihat mana bagian yang menurun, meningkat, atau berpeluang lebih besar.

Cara ini tidak hanya semata-mata untuk melihat besaran angka saja, tetapi juga untuk membantu melihat bagaimana tren bisnis Anda berkembang.

Audit Diri Sendiri

Keuangan yang sehat adalah yang diaudit secara berkala, termasuk oleh diri sendiri. Caranya sesederhana mencocokkan apa yang ada di pembukuan dengan situasi sesungguhnya. Metode audit yang digunakan tentu bervariasi bergantung pada ukuran dan kondisi bisnis Anda saat ini.

Kesempatan audit ini adalah kunci untuk benar-benar mengenali bisnis Anda dan memastikan semua berjalan right on track. Lakukan secara berkala agar kesalahan sekecil apapun bisa terdeteksi dengan mudah.

Jangan Panik Ketika Menemukan Kesalahan

Selalu ada risiko kesalahan ketika sudah berkaitan dengan pembukuan, entah itu technical atau human error. Kuncinya adalah jangan panik dan tidak membuang waktu untuk mengatasinya. Cari tahu di mana akar permasalahannya sehingga bisa segera diperbaiki.

Hal ini berlaku jika ada kesalahan yang sangat kecil sekalipun. Jangan pernah disepelekan karena akan berimbas dan menghantui bisnis Anda ke depannya.

Kelola Aset

Jika Anda masih menjalankan bisnis dengan sumber daya manusia terbatas, hal yang satu ini kerap luput diperhatikan. Tidak ada orang yang sempat mendata ada berapa banyak barang di gudang, berapa goodie bag untuk keperluan promosi, hingga peralatan tulis.

Mengelola inventaris dan aset perusahaan Anda dengan baik juga akan membantu memprediksi seberapa banyak barang baru yang perlu dibeli ketika saatnya tiba. Di sisi lain, cara ini ampuh menghindari penumpukan barang tidak diperlukan yang bahkan bisa rusak jika tidak dimanfaatkan.

Pisahkan Dana Pinjaman

Perusahaan kerap mengajukan pinjaman modal dari peminjam. Tentu hal ini sangat positif dan memudahkan bisnis Anda. Namun kesalahan yang kerap terjadi adalah mencampur uang dari dana pinjaman dengan uang dari proses bisnis atau pembayaran klien.

Untuk itu, gunakan software khusus untuk mendata keduanya sehingga transaksinya juga bisa dilacak secara detil. Cara ini juga bisa menghindari dana pinjaman seolah “lenyap” begitu saja sebelum bisa diolah sesuai rencana awal.

  1. Rencanakan Pengeluaran

Jangan hanya rencanakan pengeluaran yang besar dan harus dikeluarkan dalam periode pasti saja, tapi rencanakan hingga ke detil terkecil seperti pajak, biaya cadangan reparasi, hingga peralatan kantor. Selalu siapkan dana cadangan untuk menghindari situasi krisis.

Dalam setiap periode tertentu, tak ada salahnya mengalokasikan sedikit anggaran bisnis Anda untuk pengeluaran yang tak bisa dihindar. Dengan cara ini, Anda akan aman dari risiko pengeluaran mendadak yang bila tidak dipersiapkan sebelumnya akan terasa ‘mencekik’.

Beberapa tips pembukuan dari para ahli di atas sangat mudah dan bisa diwujudkan dalam bisnis apapun, termasuk milik Anda. Tak ada salahnya mengadaptasi cara ini dari sekarang. Bahkan jika kondisi pembukuan Anda berantakan pun, tak ada salahnya menemukan akar masalah dan memulai semuanya dari awal.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: Yuk, Intip Langsung Tips Pembukuan dari Ahlinya

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.