fbpx

Pinjaman modal kerja dirancang untuk mendanai pengeluaran operasional sehari-hari sebuah perusahaan, seperti misalnya pembelian inventaris atau pembayaran ke pemasok. Jenis pinjaman ini biasanya memiliki masa pembayaran yang pendek dan tidak dimaksudkan untuk membiayai kebutuhan bisnis jangka panjang seperti renovasi besar, proyek ekspansi skala besar, atau pembelian peralatan.

Sebelum kita beralih ke penggunaan dan jenis pinjaman modal kerja, mari kita membahas dua konsep utama yang relevan terlebih dahulu: modal kerja dan likuiditas modal kerja.

  • Modal kerja: Modal kerja mengacu pada uang yang digunakan perusahaan untuk mengelola pengeluaran sehari-hari. Arus kas sering disebut darah kehidupan sebuah bisnis – dan untuk alasan yang baik karena usaha yang menguntungkan sekalipun dapat mengalami masalah jika mereka tidak mampu memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya. Keseimbangan modal kerja yang tepat terkadang sulit dicapai oleh pemilik bisnis – memiliki cukup sehingga operasi sehari-hari dapat berjalan dengan lancar, namun menghindari kelebihan uang tunai yang semestinya dapat digunakan untuk hal yang lebih produktif.
  • Likuiditas modal kerja: Penting untuk selalu memperhatikan likuiditas modal kerja Anda, sehingga Anda mengetahui seberapa banyak modal kerja yang tersedia untuk digunakan. Ini penting karena tidak semua aset Anda sedang berbentuk uang tunai. Misalnya, sebagian dari aset Anda saat ini sedang berbentuk inventaris atau piutang dagang. Oleh sebab itu, penting bagi pemilik usaha kecil untuk mengetahui arus kas mingguan mereka demi menghindari masalah pembayaran atau kehilangan peluang bisnis.

Penggunaan Pinjaman Modal Kerja pada Umumya

Ada berbagai kebutuhan modal kerja dan ini biasanya bergantung pada bisnis serta industri Anda. Di bawah ini adalah beberapa tujuan mengapa biasanya pemilik usaha kecil membutuhkan pinjaman modal kerja:

  • Memanfaatkan peluang bisnis yang sensitif terhadap waktu: Dengan pendanaan tambahan, Anda dapat memanfaatkan peluang bisnis yang tadinya tidak dapat dilakukan – seperti misalnya melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk mengambil keuntungan dari diskon pemasok, atau berinvestasi dalam kegiatan ekspansi yang akan membantu pertumbuhan perusahaan Anda.
  • Mengelola fluktuasi musiman: Bukan hal yang aneh bagi bisnis musiman untuk bergantung pada pinjaman modal kerja untuk menyeimbangkan arus kas mereka di musim yang sibuk dan sepi. Misalnya, untuk bersiap menghadapi musim sibuk, pemilik restoran dapat memperoleh pendanaan tambahan untuk menutupi biaya pembelian inventaris, kegiatan pemasaran, dan mempekerjakan staf sementara.
  • Membeli peralatan atau perangkat lunak: Memiliki peralatan dan perangkat lunak terbaru dapat membantu meningkatkan produktivitas bagi perusahaan Anda dalam jangka menengah – namun biayanya mungkin terlalu mahal untuk ditanggung di muka. Dengan pinjaman modal kerja, Anda dapat memperoleh peralatan yang Anda butuhkan tanpa mengurangi arus kas Anda. Catatan: Kami tidak merujuk pada pembelian peralatan besar – seperti mesin produksi – karena pembelian ini biasanya memerlukan pendanaan jangka panjang. Kami telah menjelaskan lebih dalam mengenai perbedaan antara kebutuhan modal kerja jangka pendek dengan kebutuhan pendanaan jangka panjang di bawah.

Jenis Pinjaman Modal Kerja

Dengan bertambahnya jumlah pemberi pinjaman alternatif, beragam solusi pendanaan kini dapat digunakan oleh pemilik usaha kecil. Berikut ini ringkasan singkat tentang jenis umum pinjaman modal kerja yang tersedia:

Pinjaman Jangka Pendek

Seperti dapat dipahami dari namanya, pinjaman jangka pendek adalah pinjaman dengan jumlah tertentu yang ditetapkan untuk dilunasi dalam waktu singkat – biasanya enam bulan. Pinjaman harus dibayar kembali dengan angsuran rutin, yang sudah dihitung bersama dengan biaya dan bunga.

Dibandingkan dengan pinjaman jangka panjang, pinjaman jangka pendek menawarkan batas pinjaman yang lebih rendah dan memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi. Pinjaman ini sering kali memiliki persyaratan pinjaman yang lebih fleksibel dan lebih mudah untuk dipenuhi. Oleh sebab itu, tipe pinjaman ini merupakan pilihan yang cocok untuk usaha yang baru didirikan.

Lini Kredit Bisnis

Lini kredit, atau yang juga dikenal sebagai kredit bergulir, memberikan pemilik bisnis akses ke sejumlah modal yang telah disetujui sebelumnya. Anda dapat membayangkan prinsip lini kredit seperti kartu kredit; ini adalah fasilitas yang dapat Anda gunakan pada saat Anda membutuhkannya dan bunga hanya akan dibebankan sesuai dengan jumlah yang ditarik. Ketika jumlah yang ditarik telat dilunasi, batas kredit Anda akan kembali naik seperti semula.

Pinjaman Pembiayaan Piutang

Pinjaman pembiayaan piutang adalah solusi pembiayaan jangka pendek yang memungkinkan perusahaan untuk meminjam berdasarkan faktur yang belum dibayarkan. Dengan menggunakan piutang sebagai jaminan, Anda akan memperoleh uang di muka sejumlah 70 hingga 90 persen dari jumlah yang tertera pada faktur Anda. Setelah pelanggan melunasi faktur mereka, Anda akan menerima sisa saldonya (dikurangi bunga dan biaya pemrosesan).

Merchant Cash Advance

Merchant Cash Advance (MCA) bukan merupakan pinjaman, melainkan pembayaran yang dibayarkan terlebih dahulu oleh penyedia MCA berdasarkan transaksi kartu kredit Anda. Anda kemudian akan membayarkan persentase dari penjualan kredit harian atau mingguan Anda hingga jumlahnya telah dibayarkan semua. Ini adalah opsi pendanaan yang cocok untuk bisnis yang menerima sebagian besar pembayaran mereka melalui kartu kredit, seperti restoran, salon kecantikan dan perusahaan ritel.

Pinjaman Modal Kerja Mana yang Tepat untuk Bisnis Kecil Saya?

Memiliki daftar kriteria penting dapat membantu menentukan solusi pendanaan mana yang tepat dengan kebutuhan Anda. Di bawah ini adalah beberapa pertanyaan dan kriteria untuk dimasukkan ke dalam daftar Anda:

Seberapa Cepat Saya Membutuhkan Dana?

Anda mungkin tidak dapat menunggu selama beberapa minggu untuk mendapatkan akses ke pendanaan – seperti halnya untuk perbaikan peralatan yang mendesak, atau ketika Anda memerlukan pendanaan tambahan untuk mendanai proyek bisnis skala besar.

Dalam skenario seperti di atas, pemberi pinjaman tradisional mungkin tidak cocok karena mereka cenderung memiliki proses permohonan yang ketat dan periode persetujuan yang lebih panjang. Bukan hal yang aneh bagi sebuah bisnis untuk menunggu beberapa minggu sebelum mendapatkan kabar mengenai status permohonan pinjaman mereka.

Apakah Pinjaman akan Meningkatkan Posisi Keuangan Bisnis Saya?

Jenis solusi pendanaan tertentu, seperti Merchant Cash Advance memiliki biaya yang besar dan tenggang waktu pembayaran yang sempit. Oleh sebab itu, ada banyak kemungkinan buruk yang dapat terjadi apabila pemilik usaha tidak mampu melakukan pembayaran kembali – mereka mungkin akan terjebak dalam spiral hutang, mengambil banyak pinjaman lainnya untuk melunasi saldo terutang dari pinjaman sebelumnya.

Sebelum Anda berkomitmen pada pinjaman, Anda harus benar-benar yakin bahwa Anda akan dapat memenuhi pembayaran dengan tepat waktu – dan bahwa pinjaman tersebut membawa manfaat yang lebih besar daripada biayanya.

Apakah Saya mengerti Keseluruhan Biaya dari sebuah Pinjaman?

Pinjaman bisnis apa pun yang akan Anda pilih, penting bagi Anda untuk memperhatikan dengan seksama ketentuan pembayaran dan memahami semua kemungkinan biaya yang dapat menjadi tanggung jawab Anda. Selalu minta perincian biaya yang ada dan perhatikan persyaratan yang memungkinkan perubahan suku bunga, serta klausa yang dapat mempercepat kewajiban pembayaran.

Berapa ROI (Return of Investment) dari Pinjaman yang Ditargetkan?

Walaupun mendapatkan pendanaan tambahan seringkali menjadi kunci untuk pertumbuhan, ada kalanya pinjaman bukan merupakan solusi yang tepat untuk kondisi bisnis Anda. “Apakah meminjam akan mendatangkan lebih banyak uang daripada biayanya?” Ini adalah pertanyaan penting yang harus Anda jawab untuk menilai ROI sebuah pinjaman.

Idealnya, Anda harus menggunakan dana yang diperoleh untuk investasi atau kegiatan yang akan menghasilkan pertumbuhan atau pendapatan, atau menyebabkan pengurangan signifikan dalam biaya Anda – seperti pembelian inventaris atau perbaikan peralatan – dan bukan pengeluaran seperti renovasi kantor, karena ini akan menghasilkan ROI yang negatif.

Jangan Menyatukan Kebutuhan Modal Kerja Jangka Pendek dengan Keperluan Pendanaan Bisnis Jangka Panjang

Sederhananya, modal kerja digunakan untuk membayar kewajiban jangka pendek sementara kebutuhan pendanaan bisnis jangka panjang terkait dengan investasi atau kegiatan yang berdampak pada pertumbuhan jangka panjang perusahaan Anda – seperti renovasi besar-besaran, ekspansi ke lokasi baru atau pembelian peralatan.

Membedakan dua jenis kebutuhan ini adalah kunci untuk menghindari masalah yang mungkin timbul dari memilih solusi pendanaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan Anda.

Berikut contohnya: Lini kredit paling cocok untuk kebutuhan jangka pendek karena fleksibilitas yang ditawarkannya – pemilik bisnis dapat menarik dari lini kredit kapan saja, dan tidak ada batasan dalam hal tujuan penggunaan dana. Namun, jika seorang peminjam menggunakan lini kredit untuk pengeluaran jangka panjang, ini akan membatasi akses dirinya ke pendanaan jika ada biaya mendesak yang muncul secara tiba-tiba.

Tips untuk Membantu Anda mendapatkan Pinjaman Modal Usaha

Mau mendapat pinjaman modal kerja? Kami akan memberikan beberapa tips yang dapat membantu untuk mendapatkan persetujuan pada permohonan pinjaman Anda:

Berikan alasan dan rencana penggunaan yang jelas

Rencana penggunaan yang jelas akan memungkinkan pemberi pinjaman untuk menilai apakah pinjaman yang mau diambil tepat untuk bisnis Anda (atau untuk menyarankan alternatif yang lebih cocok) dan untuk mengevaluasi apakah bisnis Anda akan melakukan investasi yang baik menggunakan dana yang diberikan.

Untuk menumbuhkan kepercayaan lebih, Anda dapat menunjukkan rencana yang konkrit dalam hal penggunaan dana dan bagaimana itu akan berkontribusi pada pertumbuhan dan keberhasilan usaha Anda. Misalnya, jika Anda memperoleh dana untuk kegiatan pemasaran, ada baiknya menyiapkan ringkasan strategi pemasaran Anda, menyoroti proyek dan strategi masa lalu yang telah berhasil dan menunjukkan bagaimana Anda akan menggunakan pinjaman untuk mengulangi keberhasilan tersebut.

Catatan yang bersih dan jelas dalam rekening bank

Pemberi pinjaman ingin melihat rekening bank yang bersih – yang menunjukkan setoran reguler, saldo bank yang sehat, dan tidak ada cerukan/ overdraft – karena ini merupakan indikator bahwa Anda memiliki kendali yang baik atas keuangan bisnis Anda, dan kemungkinan Anda akan menjadi peminjam yang dapat dipercaya.

Jika Anda memiliki cerukan, ini tidak berarti bahwa Anda telah menghancurkan peluang Anda untuk mendapatkan persetujuan permohonan pinjaman. Bersiaplah untuk menjelaskan mengapa Anda mengajukan cerukan tersebut; Anda harus memberikan latar belakang dan alasan mengapa Anda membutuhkan akses ke dana pada saat itu, beserta detail lain seperti tanggal dan nomor akun. Jelaskan bahwa ini adalah insiden sekali saja, dan perlihatkan bagaimana Anda telah menerapkan beberapa tindakan untuk mencegah insiden serupa.

Berikan dokumen untuk mendukung proyeksi arus kas Anda

Pemberi pinjaman biasa ingin menilai apakah proyeksi arus kas Anda realistis dan tidak terlalu jauh dari patokan industri atau kinerja Anda di masa lalu. Selain itu, mereka juga mau melihat apakah Anda telah mempersiapkan ruang gerak yang cukup, sehingga Anda tetap dapat memenuhi kewajiban pembayaran meskipun ada biaya tak terduga yang muncul.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk menyertakan dokumen yang dapat mendukung proyeksi arus kas ke dalam permohonan Anda, seperti misalnya faktur terakhir, daftar debitur yang dapat ditagih, bukti pesanan atau kontrak yang telah dikonfirmasi, dan data transaksi terakhir (untuk bisnis B2C).

Membangun skor kredit pribadi yang baik

Untuk usaha kecil – khususnya usaha yang baru didirikan tanpa riwayat kredit yang jelas – skor kredit pribadi Anda merupakan faktor penting yang dipertimbangkan ketika pemberi pinjaman menilai permohonan pinjaman Anda. Skor kredit pribadi merupakan indikator seberapa handal Anda mengatur kewajiban keuangan Anda; jika pemilik bisnis memiliki catatan kredit pribadi yang baik, aman untuk berasumsi bahwa dia juga akan dapat mengatur keuangan bisnis dengan baik, dan membayar pinjaman modal kerja secara tepat waktu dan konsisten.

Singkatnya…

  • Pinjaman modal kerja dirancang untuk kebutuhan pembiayaan jangka pendek. Pemilik usaha kecil biasanya mengambil pinjaman ini untuk memanfaatkan peluang bisnis yang sensitif terhadap waktu, mengelola fluktuasi musiman atau untuk membuat cadangan kas.
  • Jenis pinjaman modal kerja yang umum meliputi: pinjaman jangka pendek, pinjaman pembiayaan piutang, lini kredit bisnis dan Merchant Cash Advance.
  • Memiliki daftar kriteria penting dapat membantu Anda mengevaluasi pilihan pinjaman yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Beberapa pertanyaan kunci yang perlu Anda tanyakan meliputi: “Seberapa cepat saya membutuhkan dana? Apa ROI pinjamannya?”
  • Untuk meningkatkan peluang Anda dalam mendapatkan persetujuan permohonan pinjaman, berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan:
    • Berikan alasan dan rencana penggunaan yang jelas
    • Miliki rekening bank yang bersih
    • Berikan dokumen yang mendukung proyeksi arus kas Anda
    • Skor kredit pribadi Anda akan mempengaruhi keputusan pemberi pinjaman untuk menyetujui permohonan Anda, jadi Anda harus berupaya untuk membangunnya jika skor kredit pribadi Anda belum sesuai dengan yang diharapkan.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: Panduan Pinjaman Modal Kerja bagi Pemilik Bisnis UKM

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.