pinjaman modal usaha

Membangun bisnis sendiri tentu bukanlah hal yang mudah. Ada berbagai hal yang perlu dilakukan dan dipersiapkan dengan matang. Salah satu yang paling utama tentu adalah modal usaha. Sebagian perintis usaha mungkin menganggap modal hanya diperlukan saat usaha hendak dibangun. Begitu usaha dijalankan, modal usaha pun dianggap bukan lagi prioritas. Sebab, sudah ada dana yang terus ada, berupa pendapatan rutin per periode. Namun, banyak yang salah paham soal hal ini. Modal usaha sejatinya tidak hanya diperlukan untuk mendirikan usaha, namun akan terus diperlukan selama usaha berjalan.

Saat usaha dijalankan, pemilik usaha akan membutuhkan modal terus-menerus dari waktu ke waktu dan terus menerus. Misalnya yang mendasar untuk bahan baku usaha, membayar gaji karyawan, pembelian inventaris, penyediaan peralatan usaha, hingga keperluan lainnya seperti riset, ekspansi, dan kerjasama dengan partner. Sebuah penelitian tahun 2017 yang dipublikasikan di Journal of Corporate Finance oleh Robert Cole dan Tatyana Sokolyk pada hampir 5000 perusahaan di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan pinjaman modal usaha mendapatkan penghasilan hampir dua kali lipat dalam tiga tahun dibandingkan perusahaan yang tidak meminjam modal!

Anda sebagai tentu bisa menggunakan laba sebagai modal. Akan tetapi, mencampur semua pengeluaran dan pendapatan jadi satu bisa membuat kita bingung dan merusak cash flow (arus kas) mingguan atau bulanan. Nah, untuk menghindari hal tersebut, pinjaman modal dapat menjadi solusi yang baik untuk menjaga arus kas tetap berjalan sekaligus memenuhi kebutuhan biaya bisnis yang besar. 

Selain itu, pinjaman modal bisa membuat bisnis tetap bertahan sekaligus berkembang. Dengan adanya modal usaha yang cukup, aktivitas usaha yang dapat dilakukan akan lebih banyak. Pemilik usaha bisa mengadakan lebih banyak kampanye marketing, melakukan uji coba produk, memberikan promo, beriklan, membeli peralatan baru, atau bahkan dijadikan investasi ke unit bisnis lain. Dengan kata lain, peluang usaha yang dirintis untuk sukses pun semakin luas. 

Walau kita semua bisa setuju bahwa pinjaman modal usaha bisa memberikan dampak positif dan kesempatan berkembang untuk bisnis, tantangan terbesar bagi banyak pemilik bisnis adalah kurangnya informasi yang memadai tentang pinjaman modal usaha, bagaimana cara mendapatkannya, berapa yang harus didapatkan, dan cara menggunakannya dengan optimal. Tidak sedikit juga yang masih salah kaprah dan mempercayai mitos-mitos tentang pinjaman moda usaha. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas satu per satu poin-poin tersebut! Yuk, simak!

Apa yang dimaksud pinjaman modal usaha? Apa manfaatnya?

yang dimaksud dengan pinjaman modal usaha

Pertama-tama, pemilik bisnis perlu tahu dulu sebenarnya makna dari pinjaman modal usaha. Pinjaman modal usaha adalah pinjaman dengan nominal tertentu yang dilakukan guna pendirian atau kelancaran usaha. Berbeda dari pinjaman pribadi, saat ingin mengajukan pinjaman modal usaha, pemilik usaha  umumnya akan diminta untuk menjelaskan prospek usaha serinci mungkin. Bagaimana model bisnisnya, siapa pemilik saham dan pemegang kepentingan, status finansial, produk dan jasa yang ditawarkan, sejarah bisnis dan finansial, dan masih banyak lagi! 

Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan setelah pinjaman modal usaha didapatkan. Apabila modal dipinjamkan sebelum usaha dirintis, usaha yang didirikan berpotensi memiliki skala lebih besar atau berkembang dengan lebih pesat. Di lain sisi, bila peminjaman modal dilakukan saat usaha telah berjalan, kehadiran suntikan dana baru dapat dijadikan senjata ampuh dalam melakukan ekspansi baik dari segi infrastruktur maupun sumberdaya manusia. Kemudian, sekalipun peminjaman modal dikabulkan di saat Anda belum membutuhkan ekspansi usaha yang meluas, adanya modal tersebut dapat dijadikan dana penunjang usaha cadangan yang bisa dipersiapkan untuk antisipasi kondisi-kondisi tertentu.

Sayangnya, walaupun menjadi solusi yang baik dan berpotensi membangkitkan bisnis, banyak sekali pemilik usaha yang memiliki pandangan buruk terhadap pinjaman modal usaha. Umumnya mereka yang pesimis merupakan kelompok orang yang terlanjur percaya pada mitos-mitos yang ada. Mitos terkait modal usaha yang berkembang di masyarakat cukup banyak, tapi ada tiga yang paling sering dibahas.

Mitos #1: Pinjaman Identik dengan Bisnis yang Sedang Krisis

Pertama, pinjaman modal hanya bisa dan pantas dilakukan oleh usaha yang bermasalah. Justru sebaliknya, pinjaman modal usaha dapat dilakukan oleh siapa saja guna kepentingan usaha yang dirintis. 

Bagi usaha dengan harapan berkembang yang luas, adanya modal tambahan dapat menjadi alat untuk mengembangkan usaha lebih jauh. Dengan kata lain, pinjaman modal dilakukan oleh mereka yang ingin usahanya memiliki potensi berkembang, bukan hanya oleh mereka yang membutuhkan bantuan darurat saja.

Mitos #2: Pinjaman Modal Usaha Punya Bunga Besar yang Sulit Dibayar

Kedua, bunga pinjaman yang besar. Padahal, sudah banyak informasi yang tersedia terkait informasi bunga pinjaman. Bila Anda meminjam dari badan keuangan yang diatur OJK, pasti segala proses, termasuk penentuan bunganya sudah diatur. Di samping itu, pinjaman tentu memiliki bunga. Akan tetapi, jangan terlalu fokus pada besar jumlahnya saja. Imbangi perhitungan cermat Anda dengan kemungkinan dan kesempatan yang bisa didapat dengan adanya modal tambahan. Pemberi kredit digital seperti Aspire bahkan memberi opsi bagi peminjam untuk membayar secara bertempo dengan bunga 0%! 

Mitos #3: Pinjaman Modal Usaha Banyak Syaratnya, sehingga Hanya untuk Kalangan Tertentu

Ketiga, tidak semua bisa melakukan pinjaman modal usaha. Faktanya, siapa pun dapat mengajukan pinjaman modal. Dikabulkan atau ditolaknya pengajuan pinjaman modal tidak hanya bergantung pada seberapa besar usaha Anda, melainkan bergantung pada kematangan usaha yang dirintis. Bagaimana usaha tersebut dapat bertahan dan menguntungkan di masa depan. Jadi, selama Anda dapat meyakinkan pemberi pinjaman dengan konsep usaha yang ada, pinjaman modal usaha yang diajukan pasti dikabulkan

Tipe pinjaman modal usaha apa saja yang bisa Anda temukan?

tipe pinjaman modal usaha

Secara garis besar, ada dua tipe pinjaman modal usaha yang bisa Anda dapatkan, yaitu pendanaan Kredit Tanpa Agunan dan pendanaan Kredit Dengan Agunan. Pendanaan Kredit Tanpa Agunan merupakan pinjaman yang diberikan tanpa adanya jaminan dari peminjam. Bentuk pendanaan ini, antara lain pinjaman tanpa jaminan, lini kredit bisnis, pinjaman jangka pendek, pinjaman online, kredit usaha, pembiayaan e-commerce, pinjaman inventaris, dan kredit modal kerja. 

Di lain sisi, pendanaan Kredit Dengan Agunan merupakan pinjaman yang diberikan dengan jaminan sejumlah aset oleh peminjam. Bentuk pendanaan dengan agunan yang bisa Anda temukan, antara lain pinjaman beragunan, pinjaman tradisional, anjak piutang, dana panjaran, penyewaan aset, sewa beli, pinjaman jangka menengah, dan pinjaman jangka panjang. Tergantung skala bisnis, situasi finansial, dan rencana kedepannya, pemilik bisnis bisa memiliki salah satu atau kedua alternatif sekaligus. Pertanyaan selanjutnya adalah, kapan saat yang tepat untuk mengajukan pinjaman tersebut?

Kapan saat yang tepat dan tidak tepat untuk mengambil pinjaman modal usaha?

saat yang tepat mengambil pinjaman modal usaha

Secara umum mengajukan pinjaman modal usaha dapat dilakukan kapan pun oleh pemilik bisnis. Namun, untuk memastikan waktu pilihan Anda benar-benar tepat, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal tentang bisnis Anda. 

Pertama, apakah Anda diambang kekurangan dana untuk memenuhi beberapa kebutuhan penting dalam bisnis? Bila iya, sebelum arus kas mengalami gangguan atau tersendat, peminjaman dana bisa dilakukan. Kedua, apakah grafik pertumbuhan bisnis stagnan dan cenderung menurun? Mungkin saatnya produksi semakin dikencangkan dengan teknologi atau memulai riset produk dan pasar baru.

Ketiga, apakah Anda menemukan kesempatan bisnis di sektor, pasar, atau wilayah baru? Melakukan ekspansi memerlukan riset yang mendetail, proses uji coba yang panjang, serta infrastruktur yang kuat. Inilah saatnya bagi Anda yang belum memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk melakukan pinjaman modal usaha. 

Terakhir merupakan soal krisis. Dinamika pasar dan ekonomi yang fluktuatif tidak selalu memberi aba-aba akan datangnya perubahan. Ada saja faktor X yang bisa tiba-tiba mengganggu dan mendorong usaha yang dibangung ke ambang batasnya. Di sini, adanya pinjaman modal usaha yang baik bisa menentukan hidup dan matinya bisnis

Bagaimana cara menentukan besaran pinjaman modal usaha?

menentukan besaran pinjaman modal usaha

Berbeda kebutuhan, berbeda pula jumlah besaran dana yang dibutuhkan. Anda tidak mau meminjam terlalu sedikit, atau pun berlebihan. Tidak heran banyak pemilik usaha yang mungkin kebingungan dalam menentukan jumlah pinjaman yang sesuai. Namun, tentu saja tidak ada jumlah yang pasti. Semuanya kembali pada analisis dan proyeksi yang dilakukan pemilik usaha dan pemangku kepentingan. Di sini, proses analisis kebutuhan dan perhitungan return of investment atau ROI menjadi kunci mencari jumlah yang tepat. 

Untuk melakukan hal tersebut, Anda perlu menentukan beberapa hal. Pertama, tentukan dulu tujuan dari pinjaman modal yang akan diajukan dengan jelas. Kedua, urutkan kebutuhan finansial dalam empat kategori: penting dan mendesak, tidak penting namun mendesak, penting dan tidak mendesak, serta tidak penting dan tidak mendesak. 

Ketiga, buatlah perkiraan timeline pemanfaatan modal usaha Anda setelah pinjaman disetujui serta periode ROI-nya. Keempat, hitung pendapatan saat ini dan pendapatan jangka panjang yang mungkin didapat guna menentukan kemampuan pembayaran. Dari keempat hal tersebut, Anda dapat memperkirakan nominal yang dibutuhkan beserta rentang waktu pinjaman yang masuk akal sesuai situasi. 

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengajukan pinjaman modal usaha

yang perlu dipertimbangkan sebelum mengajukan pinjaman modal usaha

Sebagai pemilik bisnis terkadang Anda mungkin membutuhkan pinjaman modal mendadak untuk mengatasi permasalahan bisnis tertentu. Namun, seberapa pun mendesaknya kehadiran modal, mengajukan pinjaman modal tidak boleh asal. Jika salah pilih, bukan tidak mungkin pinjaman modal yang ada justru terasa menjebak dan memberatkan. 

Beberapa pertimbangannya, antara lain biaya administrasi, suku bunga, tenor pinjaman, hingga yang paling penting, kredibilitas pemberi pinjaman. Semakin rendah biaya administrasi dan suku bunga yang diberikan, misalnya kemungkinan akan semakin menguntungkan. 

Jangan lupa pastikan bahwa pemberi pinjaman terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan terlebih dahulu sebelum meminjam. Sebab, ada banyak layanan peminjam modal yang belum terdaftar dan merugikan penggunanya. Terakhir, tinjau kembali apa yang akan Anda atau bisnis Anda korbankan untuk peminjaman, seperti jaminan atau prioritas bisnis lain yang mungkin terhambat karena pembayaran.

Pinjaman modal usaha dari berbagai institusi

pinjaman modal usaha dari berbagai institusi

Bila sudah mempertimbangkan landasan dan jumlah pinjaman modal usaha, selanjutnya yang perlu Anda tentukan adalah kemana mencari pinjaman tersebut. Dua institusi keuangan yang umum adalah bank dan perusahaan financial technology atau fintech peminjam/penanam modal. Perusahaan fintech bisa memberikan pinjaman langsung dari dana cadangannya, atau bisa mempertemukan peminjam/penanam modal dalam sebuah platform untuk melakukan transaksi.

Bank dan fintech sama-sama dapat membantu dalam urusan pinjaman modal. Akan tetapi, keduanya tentu memiliki perbedaan yang signifikan. Pertama, dari segi bunga: suku bunga bank relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan suku bunga yang diterapkan perusahaan fintech pada umumnya. Akan tetapi, dalam konteks ini perbedaannya suku bunganya masih dalam batas wajar. 

Kedua, dari soal waktu pengajuan. Pengajuan pinjaman melalui bank relatif lebih lama dan memakan banyak waktu jika dibandingkan melalui platform fintech yang memberikan akses ke lebih banyak pihak untuk berkenalan dan memahami usaha kita dengan lebih jauh, sehingga bisa mengambil keputusan untuk meminjamkan modal dengan lebih efisien.

Selain itu, Anda perlu menemui surveyor dari bank beberapa kali untuk memvalidasi data usaha. Berbeda dengan platform fintech yang hampir seluruh prosesnya digital dan dapat dilakukan dalam waktu singkat tanpa bertatap muka. 

Terakhir, soal jumlah pinjaman. Pada umumnya, bank menawarkan jumlah pinjaman yang diawali dengan jumlah yang besar. Berbeda dari bank, melalui fintech Anda dapat mengajukan pinjaman dengan nominal yang beragam, dari nominal kecil, menengah, hingga besar. 

Dokumen apa saya yang harus disiapkan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha?

dokumen yang dipersiapkan untuk dapatkan pinjaman modal usaha

Berbeda dari pinjaman dari orang terdekat, setiap kali hendak meminjam modal usaha pada suatu institusi keuangan, ada dokumen tertentu yang perlu disiapkan. Terlepas dari jenis pinjaman yang Anda inginkan, baik pinjaman dengan agunan atau tanpa agunan. Jumlah dokumen yang diperlukan berbeda-berbeda tergantung kebijakan. Akan tetapi, tetap ada beberapa dokumen umum yang diperlukan, misalnya seperti KTP pengurus perusahaan, NPWP usaha, data keuangan perusahaan, data fasilitas bank, akta pendirian, dan perubahan lengkap, laporan keuangan usaha tiga tahun terakhir, Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP), hingga dokumen jaminan seperti sertifikat AJB, IMB, PBB, dan sebagainya. 

Berbeda dari bank, dokumen yang diperlukan untuk pengajuan pinjaman modal melalui fintech cenderung lebih sedikit. Misalnya, untuk mendapatkan kredit digital berbunga rendah dari Aspire, pemilik usaha perlu memiliki rekening koran untuk transaksi bisnis, salah satu bukti keabsahan usaha jika bisnis yang dilakukan non-online (seperti SIUP, TDP, IUMK, IUI, APU, dsb), atau link url jika bisnis yang dilakukan secara online

Sebelum Anda mengirimkan permohonan pinjaman, pastikan semua dokumen yang diminta berhasil dipenuhi. Semakin lengkap dokumen yang dapat Anda lampirkan akan semakin baik. Dokumen yang tidak lengkap akan membuat pihak kreditur merasa ragu dalam memberikan pinjaman modal. 

Aspire bisa jadi solusi terbaik untuk pinjaman modal usaha Anda

Bagi Anda pemilik UKM yang kesulitan dalam memilih layanan penyedia pinjaman modal Aspire bisa jadi solusi yang sangat baik. Aspire berperan sebagai lembaga perbankan terbarukan yang selalu terbuka untuk memberikan pinjaman kepada pemilik bisnis, kapan pun dibutuhkan. Tidak hanya fleksibilitas dalam menentukan nominal pinjaman, Aspire juga menawarkan fleksibilitas dalam hal persyaratan saat pengajuan pinjaman. 

Bagi Anda yang kesulitan memenuhi pinjaman bank, Aspire menawarkan aplikasi kredit digital berbunga rendah dan disertai opsi untuk membayar secara berkala. Selain itu, persyaratan yang dibutuhkan juga lebih mudah dipenuhi. Semua prosesnya dapat dilakukan melalui aplikasi digital yang aman dan merekam semua jejak transaksi. Caranya sederhana, Anda hanya perlu membuat akun gratis di Aspire, ikuti petunjuknya, dan ajukan pinjaman.

Didirikan pada awal tahun 2018 oleh mantan eksekutif Lazada, Aspire memiliki tujuan untuk membantu pemilik bisnis, terutama Usaha Kecil Menengah untuk menyelesaikan masalah manajemen arus kas. Saat ini, Aspire telah beroperasi di Indonesia, Thailand, Singapura, Vietnam. Peminjaman modal usaha tidak perlu ribet dengan Aspire. Yuk, daftarkan diri Anda dan temukan pinjaman modal usaha yang tepat untuk bisnis Anda!

Comments to: Memilih Pinjaman Modal Usaha yang Tepat untuk Bisnis Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Tulisan Menarik

Bacaan Terbaru

Panduan Disarankan

Join our Newsletter

Get our monthly recap with the latest news, articles and resources.

By subscribing you agree to our Privacy Policy.

Latest Titles

Categories

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.