fbpx

Istilah markup bukan hal yang asing lagi bagi orang yang terbiasa dengan dunia transaksi finansial dan bisnis. Markup adalah hal lumrah dalam dunia perdagangan, terutama ketika berurusan dengan penentuan harga jual sebuah produk atau jasa. Artinya, memasukkan kenaikan harga dalam harga jual adalah hal pokok yang harus ditentukan sejak awal bisnis berjalan.

Definisi Markup

Secara sederhana, markup adalah selisih antara biaya produksi barang atau jasa dengan harga jual untuk bisa berpindah ke tangan konsumen. Biasanya kenaikan harga disebut dalam satuan persentase. Dengan demikian, tentu markup adalah elemen penting karena terkait erat dengan bagaimana Anda bisa mendapatkan margin keuntungan atau profit.

Ketika berbicara tentang markup, artinya variabel yang terkait sangatlah luas. Mulai dari pengeluaran yang besar hingga yang terkecil sekalipun. Untuk itu, ketika Anda akan menentukan harga jual final dan memasukkan kenaikan harga sebagai salah satu komponennya, perhatikan hal-hal yang krusial.

Beberapa variabel penting biasanya berupa bahan baku, tenaga kerja, ongkos pemasaran, hingga biaya tak terduga yang bisa timbul kapan saja. Libatkan semuanya baik yang langsung maupun tidak langsung.

Siapa yang Menggunakan Skema Menaikkan Harga Ini?

Sebenarnya dalam sebuah sistem perdagangan, siapapun memiliki hak penuh untuk menentukan harga jual produk atau jasa mereka. Tidak ada yang namanya pebisnis harus tunduk pada price police atau perilaku pembeli membandingkan harga produk yang serupa antara satu pebisnis dengan lainnya.

Dengan otoritas penuh ini, artinya setiap orang boleh menyebutkan harga jual berapapun, tentu dengan segala risikonya. Semisal Anda terjun ke dunia bisnis dengan signature style harga yang sangat miring. Tentu konsumen akan tertarik, namun di sisi lain ada risiko orang akan mempertanyakan kualitasnya.

Sementara itu, jika sejak awal bisnis beroperasi Anda telah menentukan harga yang tinggi, mungkin segmentasi pasar Anda akan lebih sempit dibandingkan dengan yang berbanderol murah. Namun sisi positifnya adalah Anda bisa memperkenalkan apa keunggulan dan kualitas dari produk atau jasa Anda sehingga konsumen bisa berkesimpulan “harga tidak pernah bohong”.

Selain pedagang, biasanya pihak yang kerap memasukkan markup dalam harga jual adalah para pemasok dan penjual dalam skala besar. Menaikkan harga diperlukan untuk memastikan bahwa bisnis yang Anda jalankan tetap bisa mendatangkan keuntungan. Namun ingat, perlu pertimbangan agar harga hasil markup ini bisa meningkatkan penjualan dan memperluas segmen pasar yang bisa dijangkau.

Bagaimana Menentukan Kenaikan Harga?

Ketika memulai bisnis, menentukan harga adalah hal krusial yang memerlukan strategi jitu. Di tahap awal inilah Anda masih memiliki fleksibilitas dalam menentukan harga jual. Ingatlah bahwa markup harus bisa mengimbangi seluruh pengeluaran bisnis Anda, termasuk hal-hal seperti kelangkaan stok, diskon pelanggan, gaji pegawai, dan sebagainya.

Mimpi buruk bagi pebisnis manapun adalah menentukan harga jual yang salah dan tidak ada jalan untuk menariknya kembali. Jangan sampai situasi bisnis yang sangat dinamis justru membuat harga jual Anda gagal menghasilkan profit bahkan jauh dari titik impas atau breakeven point.

Perlu diingat pula bahwa persentase markup di tiap industri akan berbeda satu dan lainnya. Misalnya, persentase markup di bidang jasa pemesanan tiket konser musisi internasional tentu berbeda dengan markup di usaha rumahan seperti souvenir pernikahan. Lagi-lagi, ada banyak faktor yang turut ambil peran.

markup

Faktor yang Memengaruhi Markup

Setiap bisnis tentu memiliki segmentasi pasar mereka sendiri. Dari pasar inilah akan terpetakan seberapa besar kemampuan sekaligus kemauan konsumen untuk mengeluarkan uang dan membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan. Apakah sampai di situ saja? Tentu tidak.

Adanya kompetitor yang bergerak di bidang serupa juga memegang peran yang tak kalah penting. Ketika ada dua bisnis yang sangat mirip dan harganya berbeda jauh, tentu Anda sebagai pemilik bisnis merasa perlu meninjau ulang strategi penentuan harga jualnya.

Mari kita lihat sebuah contoh lain. Perusahaan yang memproduksi perabotan rumahan berukuran kecil bisa memasukkan markup sebesar 30 persen. Sementara bisnis yang bergerak di bidang garmen sah-sah saja memasukkan markup hingga 100 persen! Bahkan dalam industri yang sama sekalipun, nilai markupnya bisa berbeda tergantung posisi mereka di pasaran.

Perumpamaan lainnya, sebuah perusahaan otomotif seringkali hanya bisa memasukkan markup dalam harga jual mereka di kisaran 5 hingga 10 persen untuk produk mobil city car terbaru mereka. Namun bagi perusahaan mobil sport, markup sebesar 25 persen atau bahkan lebih adalah hal yang lumrah dan biasa ditemui.

Dengan demikian, formula untuk menentukan markup bisa dirangkum berupa:

Biaya Produksi + Markup = Harga Jual

atau

Harga Jual – Biaya Produksi = Markup

Beberapa faktor lain yang juga penting untuk diperhitungkan sebelum menaikkan harga jual, di antaranya:

Antisipasi Volume Penjualan

Ini adalah salah satu faktor signifikan yang perlu masuk dalam konsiderasi Anda sebelum menentukan harga jual akhir. Jika perusahaan Anda memiliki produk atau jasa dengan volume penjualan tinggi, maka persentase markup yang dimasukkan bisa lebih rendah.

Mengapa? Karena tanpa kenaikan harga terlalu besar sekalipun, Anda tetap mendulang profit. Selain itu, jika volume penjualan tinggi, artinya biaya per unit bisa menurun.

Kekuatan Brand

Faktor lain yang juga penting adalah posisi brand Anda di tengah pasar. Jika Anda berada di posisi yang dominan dengan segmentasi pasar menengah ke atas, maka harga jual yang tinggi bukan masalah. Terkadang justru harga yang mahal menjadi elemen yang membuat brand Anda terlihat kian prestisius.

Pengeluaran Tak Terduga

Jangan pernah lupakan komponen penting yang satu ini. Bisnis bukan sekadar biaya produksi dan biaya jual demi mendapat profit saja. Tapi lebih jauh lagi, Anda harus menjamin kelangsungan bisnis Anda dengan aspek-aspek seperti sewa bangunan, asuransi, hingga kebutuhan pegawai selain gaji bulanan.

Selain itu, tentu Anda juga perlu mempersiapkan dana untuk perbaikan mesin dan peralatan yang bisa rusak kapan saja. Bahkan jika perawatan berkala untuk mencegah kerusakan telah dilakukan sekalipun, tetap saja ada biaya perawatan yang perlu dikeluarkan.

Mendapatkan profit surplus adalah target bagi hampir semua pebisnis. Untuk bisa mencapai itu, Anda harus tahu betul cara cerdas memasukkan markup dalam harga jual. Sesuaikan dengan banyak faktor yang ada di seputar bisnis Anda. Jangan tergesa-gesa menentukan harga jual hingga membuat profit Anda jadi taruhannya.

Selain itu, pahami betul juga bahwa meski ada banyak faktor yang memengaruhi penentuan kenaikan harga dalam harga jual seperti yang dielaborasi di atas, bukan berarti semua elemennya harus dimasukkan. Alokasikan dengan tepat dalam persentase yang sesuai.

Ingat risikonya: jika terlalu rendah, Anda bisa rugi. Jika terlalu rendah, pelanggan bisa pergi.

Lengkapi pemahaman Anda mengenai langkah yang diperlukan untuk menetapkan harga pokok penjualan disini.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: Memasukkan Markup dalam Harga Jual, Perlukah?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.