fbpx

Kalkulator Harga Pokok Penjualan (HPP)

Bagi pelaku sebuah usaha, menentukan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan (HPP) sangat penting untuk dicermati. Sedangkan, bagi beberapa pebisnis rintisan pemula untuk menentukan harga pokok produksi dan HPP mungkin masih mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut dibilang wajar, karena masalah perhitungan harga pokok produksi dan HPP harus dilakukan secara detail dan teliti, yaitu Cara Menghitung HPP disertai dengan Rumus Menghitung HPP itu sendiri.

Salah satu alasan mengapa harus mengetahui Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dan HPP adalah perlunya mengetahui taksiran atas penghitungan margin penjualan, prediksi laba rugi dan lain-lain.

Berikut ini akan diulas lengkap mengenai Cara Menghitung Harga Pokok Produksi disertai dengan Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan yang lebih mudah. Dengan tujuan dapat membantu perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar pebisnis bisa mengetahui Cara Menghitung Biaya Produksi dan menghitung harga pokok produksi dengan akurat.

Pengertian Harga Pokok Produksi

Harga Pokok Produksi merupakan jumlah dari biaya-biaya yang dikeluarkan mulai pada saat pengadaan bahan baku hingga proses akhir produk yang siap dijual. Lebih mudahnya harga pokok produksi dapat dicerna dengan modal atau pengorbanan dalam proses produksi berdasarkan nilai ganti pada saat pertukaran.

Harga pokok produksi mencakup semua biaya langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi barang atau jasa yang dijual. Untuk menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) suatu barang atau jasa, maka perusahaan harus menentukan terlebih dahulu harga pokok produksi.

Pengertian Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga pokok penjualan (HPP) merupakan harga atau nilai barang yang dijual. Umumnya Cara Menghitung HPP ini ditentukan pada persediaan awal produk ditambah dengan jumlah harga produksi dan dikurangi dengan persediaan akhir produk. Jadi, pada prinsipnya harga pokok penjualan (HPP) adalah jumlah saldo awal persediaan dan harga pokok barang-barang yang dibeli dikurangi jumlah persediaan akhir pada periode tertentu. Harga pokok penjualan (HPP) melibatkan seluruh semua upah baru langsung dan biaya bahan-bahan tambahan, dan biaya-biaya tak diduga lainnya.

Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan (HPP), sering dianggap sama oleh beberapa pelaku bisnis. Kedua komponen ini berbeda, lantaran Harga Pokok Produksi mencakup biaya yang dibutuhkan untuk sebuah produksi barang sedangkan harga jual merupakan HPP tersebut yang telah ditambah dengan keuntungan yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa.

Pendekatan Laporan Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP)

Dalam membuat laporan laba rugi dan harga pokok produksi yang dihasilkan oleh pelaku bisnis, maka ada dua metode pendekatan yang dapat dilakukan untuk membuat laporan tersebut, yaitu metode Full Costing dan metode Variable Costing.

1. Pendekatan Full Costing

Pendekatan Full Costing merupakan Cara Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) sekaligus Cara Menghitung Biaya Produksi yang berkaitan dengan memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi (HPP). Biaya-biaya ini melibatkan biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku, dan biaya overhead yang dikemas menjadi satu kesatuan.

2. Pendekatan Variable Costing

Pendekatan Variabel costing merupakan Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dengan hanya memperhitungkan biaya-biaya produksi yang masih bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi. Jadi, Variable costing sebatas Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dengan memperhitungkan biaya-biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel secara terperinci dan terpisah dalam periode tertentu.

Komponen-Komponen dalam Harga Pokok Penjualan (HPP)

Sebelum mengetahui Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dan cara menghitung harga pokok penjualan (HPP), perlu dikemas terlebih dahulu mengenai komponen-komponen yang akan dilibatkan dalam Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dan harga pokok penjualan tersebut. Komponen-komponen dari Harga Pokok Produksi dan harga pokok penjualan, yaitu :

1.  Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku merupakan seluruh biaya yang terlibat dan digunakan untuk kebutuhan membeli bahan baku produksi bagi sebuah perusahaan. Biaya-biaya tersebut tidak hanya sekedar dihitung dari harga bahan baku saja, tetapi juga mengenai biaya lain dan proses untuk mendapatkan biaya bahan baku tersebut.

Jadi Biaya bahan baku meliputi biaya bahan pokok, harga bahan tambahan, biaya distribusi, dan ongkos-ongkos lain yang menyebabkan ketersediaan bahan baku tersebut.

2.  Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja merupakan seluruh biaya yang digunakan untuk membayar tenaga kerja (karyawan) yang dipekerjakan untuk memperoleh barang produksi suatu perusahaan.

Jadi, biaya tenaga kerja langsung ini melibatkan biaya gaji karyawan dan hal-hal lain yang melibatkannya. Seperti tunjangan karyawan dan fasilitas-fasilitas untuk keperluan kerja para karyawan.

3.  Biaya Overhead

Biaya overhead merupakan segala bentuk biaya yang diperlukan dalam kegiatan memproduksi bahan baku menjadi barang yang siap untuk dijual. Biaya ini meliputi ongkos biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya penyusutan peralatan industri, perawatan dan servis alat-alat produksi.

4.  Persediaan Awal Barang

Persediaan awal barang merupakan segala persediaan barang yang terdapat di awal tahun buku berjalan atau saldo yang dimiliki perusahaan pada laporan neraca tahun sebelumnya.

5.  Persediaan Akhir Barang (End Inventory)

Persediaan akhir barang merupakan persediaan barang-barang pada akhir suatu periode tertentu atau tahun buku berjalan.

6.  Pembelian Bersih

Pembelian bersih merupakan segala biaya yang mencakup pembelian barang untuk produksi, baik biaya bahan baku maupun biaya bahan pelengkap.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Setelah komponen-komponen terangkum dengan lengkap, maka tahap selanjutnya adalah menghitung besarnya Harga Pokok Produksi (HPP). Cara menghitung harga harga pokok produksi (HPP) dapat dilakukan dengan mengikuti Langkah-langkah berikut ini.

1.  Tahap 1 (Menghitung Biaya Bahan Baku)

Bahan baku yang digunakan atau biaya bahan baku dapat dihitung dengan cara menjumlahkan saldo awal bahan baku dan pembelian bahan baku kemudian dikurangi saldo akhir bahan baku. Rumus menghitung biaya produksi berupa bahan baku yang digunakan yaitu:

Biaya Bahan Baku =
Saldo awal bahan baku + Pembelian bahan baku – Saldo akhir bahan baku

2.  Tahap 2 (Menghitung Biaya Produksi)

Cara Menghitung Biaya Produksi dapat dilakukan dengan menjumlahkan 3 biaya komponen Harga Pokok Penjualan yang pertama (Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead). Dengan demikian, Rumus menghitung biaya produksi adalah :.

Biaya produksi =
biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead Produksi

3.  Tahap 3 (Menentukan Harga Pokok Produksi)

Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dapat dilakukan dengan menjumlahkan biaya produksi dan saldo awal persediaan barang kemudian dikurangi saldo akhir persedian barang. Rumus untuk menghitung harga pokok produksi adalah :

Harga produksi =
Total biaya produksi + Saldo awal persediaan barang – Saldo akhir persediaan barang

4.  Tahap 4 (Menghitung HPP)

Cara Menghitung HPP dapat dihitung dengan menjumlahkan harga pokok produksi dengan persediaan barang awal kemudian dikurangi persediaan barang akhir. Rumus Menghitung HPP dapat dituliskan sebagai berikut:

Harga Pokok Penjualan (HPP) =
Harga pokok produksi + Persediaan barang awal – Persediaan barang akhir

Contoh Perhitungan HPP

PT. Pangan Sentosa merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi makanan. Pada bulan Juni diperoleh data kepemilikan persediaan bahan baku PT. Pangan Sentosa yang meliputi:

  • Bahan baku mentah : Rp 60.000.000
  • Bahan setengah jadi : Rp 90.000.000
  • Makanan siap jual : Rp 120.000.000

Untuk proses produksi makanan yang akan dijual di bulan Agustus PT. Pangan Sentosa melakukan :

  • Pembelian bahan baku : Rp 750.000.000
  • Biaya pengiriman : Rp 10.000.000
  • Biaya pemeliharaan bahan baku : Rp 9.000.000,00

PT. Pangan Sentosa juga memiliki sisa penggunaan bahan bahan baku pada akhir bulan Juli dengan rincian :

  • Sisa bahan baku : Rp 50.000.000
  • Sisa bahan setengah : Rp 8.000.000
  • Sisa makanan siap jual : Rp 25.000.000

Dari data-data di atas, dapat dilakukan Cara Menghitung HPP sebagai berikut:

Biaya Bahan Baku = 
Rp 60.000.000,00 + (Rp750.000.000,00 + Rp10.000.000,00) – Rp50.000.000,00 = Rp770.000.000,00
Biaya Produksi =
Rp 145.000.000,00 + Rp9.000.000 = Rp 154.000.000,00
Harga Pokok Produksi =
Rp 154.000.000,00 + Rp 90.000.000,00 – Rp 8.000.000,00 = Rp 236.000.000,00
HPP =
Rp236.000.000,00 + Rp120.000.000,00 – Rp25.000.000,00 = Rp331.000.000,00

Dengan demikian, diperoleh Harga Pokok Produksi pada bulan Agustus adalah Rp 236.000.000,00 dan harga pokok penjualan (HPP) adalah Rp 331.000.000,00.

Cara di atas adalah gambaran Cara Menghitung HPP dengan Rumus Biaya Produksi yang sederhana. Mengingat batasan mengenai variabel-variabel yang ada pada Harga Pokok Produksi sangat dibatasi. Dalam satu kondisi, jika didapati variabel yang lebih kompleks tentu akan melakukan perhitungan yang lebih rumit lagi.

Solusi pebisnis pemula agar dapat melakukan Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dan Cara Menghitung HPP dengan mudah adalah menggunakan layanan aplikasi atau widget calculator yang praktis dan modern. Klik https://aspireapp.com/id untuk info selengkapnya.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata 3.9 / 5. Jumlah vote: 7

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
People reacted to this story.
Show comments Hide comments
Comments to: Kalkulator Harga Pokok Penjualan (HPP)
  • Mei 14, 2020

    Salah satu alasan mengapa harus mengetahui Cara Menghitung Harga Pokok Produksi dan HPP adalah perlunya mengetahui taksiran atas penghitungan margin penjualan, prediksi laba rugi dan lain-lain.

    Reply
Write a response

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.