fbpx

Kalkulator Cara Menghitung Pajak Bumi Dan Bangunan untuk Mengelola Tempat Usaha

Setiap usaha pasti membutuhkan tempat yang dijadikan sebagai pusat dari pelaksanaan usaha tersebut. Tempat usaha tersebut bisa bangunan berupa kantor, gudang, dan lain sebagainya.

Bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha harus mengetahui aturan dan hukum yang berlaku. Salah satu aturan yang harus diperhatikan adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Semua pihak yang mengambil keuntungan atas kepemilikan objek pajak bumi dan bangunan (PBB) wajib membayar pajaknya. Berikut ini akan dibahas sedikit mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), baik pengertian, landasan hukum, Cara Menghitung PBB dan lain sebagainya.

Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dapat diartikan sebagai sejumlah uang yang harus disetorkan atas keberadaan tanah dan bangunan yang memberikan keuntungan dan kedudukan sosial ekonomi bagi seseorang atau badan. Jadi, perorangan atau badan yang memperoleh manfaat dari adanya tanah dan bangunan tersebut adalah wajib pajak bumi dan bangunan (PBB).

Pajak bumi dan Bangunan (PBB) ini bersifat kebendaan sehingga besarannya ditentukan dari keadaan objek bumi atau bangunan yang ada.

Objek dan Subjek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)  merupakan tanah atau bangunan yang wajib dipungut pajak. Objek bumi dalam Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) meliputi sawah, ladang, kebun, tanah, pekarangan, dan tambang. Sementara itu, objek bangunan pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) meliputi rumah tinggal, bangunan usaha, gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, pagar mewah, kolam renang, dan jalan tol.

Subjek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah setiap orang pribadi atau badan yang secara nyata dan sah memiliki hak atas bumi, memperoleh manfaatnya, memiliki bangunan, menguasai bangunan dan manfaatnya.

Namun tidak setiap tanah dan bangunan menjadi objek dalam Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ada beberapa yang tidak termasuk dalam objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) seperti tempat umum, situs purbakala, hutan lindung, taman nasional, dan tanah yang dikuasai oleh negara.

Undang-Undang Yang Mengatur Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Ada beberapa undang-undang dalam konstitusi di negara Indonesia yang mengatur tentang prosedur Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Undang-undang yang mengatur tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tersebut antara lain :

1)    Undang-Undang No. 12 Tahun 1994 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 12 tahun 1985. Undang-undang tersebut membahas tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mengatur semua tentang pungutan atas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

2)   Undang-Undang No. 28 tahun 2009 Mengenai Pajak dan Retribusi Daerah. Dalam Undang-Undang ini membahas kewenangan dalam pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)  dalam sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) yang telah diserahkan ke pemerintah kabupaten atau pemerintah kota.

Landasan Pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Setelah kita mengetahui pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) beserta objek dan subjeknya, maka selanjutnya harus mengetahui dasar pengenaan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang harus dibayarkan. Dasar pengenaan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) disebut Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dihitung berdasarkan harga rata-rata atau harga pasar pada transaksi jual beli. Dalam hal ini, objek pajak yang dimaksud adalah bumi (tanah/lahan) dan bangunan sebagai tempat usaha. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) akan selalu ditetapkan setiap tahun oleh Menteri Keuangan (Menkeu). Namun meskipun ditentukan langsung oleh Menteri Keuangan, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk setiap daerah berbeda-beda. Perbedaan ini terjadi karena adanya faktor yang menentukan dasar Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tersebut.

Beberapa faktor yang menentukan dasar penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) bumi yaitu letak, pemanfaatan, peruntukan, dan kondisi lingkungan. Sedangkan faktor yang menentukan dasar penetapan NJOP bangunan di antaranya bahan yang digunakan dalam bangunan, rekayasa, letak, dan kondisi lingkungan.

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atau Cara Menghitung PBB dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu:

1.  Menentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

Seperti yang diuraikan di atas sebelumnya, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) adalah besarnya harga Objek baik bumi maupun bangunan. Atau lebih mudahnya NJOP sendiri adalah harga untuk properti tanah dan bangunan. Jadi, sebelum menghitung besarnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang harus dibayarkan, maka harus mengetahui terlebih dahulu harga tanah dan bangunan tersebut.

2.  Menentukan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP)

Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) merupakan dasar penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) berarti nilai jual objek yang akan dimasukkan ke dalam perhitungan pajak terutang.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 201/KMK.04/2000 tentang ketentuan persentase NJKP yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu:

1)    Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) untuk perkebunan adalah sebesar 40%.

2)   Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) untuk pertambangan adalah sebesar 40%.

3)   Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) untuk kehutanan adalah sebesar 40%.

4)   Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) untuk objek pajak lainnya seperti Pedesaan dan Perkotaan dilihat dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yaitu :

–  Jika Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lebih dari  Rp1.000.000.000,00, maka persentase Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) sebesar 40%

–   Jika Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) kurang Rp1.000.000.000,00, maka persentase Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) sebesar sebesar 20%.

Berdasarkan uraian dari Keputusan Menteri Keuangan tersebut. Maka cara untuk menghitung Nilai Objek Kena Pajak adalah dengan mengalikan persentase NJKP dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Rumus untuk menghitung Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) adalah :

NJKP = % NJKP x NJOP

3.  Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Setelah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) diketahui, maka dapat diperoleh Cara Menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Cara Menghitung PBB dapat dilakukan dengan menggunakan rumus:

PBB = 0,5% x NJKP

Contoh Menghitung Permasalahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Misalkan di sebuah kota terdapat bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha seharga Rp300.000.000,00 yang di bangun di atas tanah seluas 50 m2 dengan harga tanah Rp 2.000.000,00 per m2. Dari permasalahan tersebut akan diketahui besar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan cara sebagai berikut:

–      Tentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

Harga Bangunan                                   = Rp300.000.000,00
Harga Tanah 50 x Rp2.000.000,00    = Rp 100.000.000,00
Jumlah                                                     = Rp 400.000.000,00

–      Tentukan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). Untuk tanah dan bangunan di kota dengan harga kurang dari Rp 1.000.000.000,00 persentasenya adalah 20%.

NJKP = % NJKP x NJOP = 20% x Rp 400.000.000,00 = Rp 80.000.000,00

–      Hitung PBB

PBB = 0,5% x NJKP = 0,5 x Rp 80.000.000,00 = Rp 400.000,00

Dengan demikian, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dipungut atas aset rumah dan bangunan tersebut sebesar Rp400.000,00 per tahun.

Cara Menghitung PBB dapat dikatakan tidak terlalu sulit, hanya saja perlu dilakukan perhitungan setiap tahunnya karena harga properti dari tahun ke tahun selalu berubah. Solusi yang tepat adalah dengan selalu mengetahui perkiraan harga aset tanah dan bangunan, agar dapat menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor

Share

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Comments to: Kalkulator Cara Menghitung Pajak Bumi Dan Bangunan untuk Mengelola Tempat Usaha

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.