fbpx

Setiap perusahaan atau bidang usaha membutuhkan pembiayaan untuk menjalankan dan mengembangkan usahanya tersebut. Salah satu pembiayaan perusahaan yaitu berasal dari hutang, baik dengan sistem kredit ataupun tunai jangka panjang. Dalam pemilihan hutang, Anda juga dapat memilih pinjaman online maupun offline dengan atau tanpa jaminan. Pastikan memilih jenis hutang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda untuk membayar kewajiban ini. Sehingga tidak menyulitkan keuangan perusahaan Anda.

Dapat dikatakan bahwa hutang merupakan salah satu komponen modal usaha yang paling murah dan mudah diperoleh. Namun, Anda juga perlu tahu cara perhitungan hutang untuk modal bisnis Anda. Sehingga sejumlah dana yang Anda peroleh ini dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis untuk meningkatkan pendapatan. Bagaimana cara menghitung biaya hutang yang tepat? Berikut penjelasannya.

Sekilas tentang Biaya Hutang (Cost of Debt)

Biaya hutang atau utang merupakan suka bunga efektif yang harus dibayarkan oleh suatu perusahaan terhadap pinjaman dari lembaga keuangan maupun perseorangan. Hutang yang dilakukan perusahaan dapat berupa obligasi, pinjaman, maupun bentuk yang lainnya.

Penting bagi perusahaan untuk menghitung biaya hutang baik sebelum dan sesudah pajak. Hal ini dikarenakan, pembayaran kewajiban terhadap bunga akan mengurangi pajak, namun seringkali sebagian besar orang menggunakan biaya utang setelah pajak. Perhitungan biaya hutang sebenarnya digunakan untuk menentukan suku bunga dalam pembiayaan keuangan perusahaan. Pembiayaan tersebut bertujuan mengukur risiko perusahaan, karena perusahaan yang memiliki risiko yang tinggi mempunyai biaya hutang yang tinggi pula.

Cara Menghitung Biaya Hutang

Agar pinjaman modal usaha atau hutang perusahaan tidak mencekik keuangan perusahaan, Anda perlu mengetahui cara menghitung biaya hutang yang tepat. Simak, beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam menghitung biaya hutang perusahaan sebagai berikut!

Pahami Hutang Perusahaan

Pertama-tama, Anda harus mempelajari dasar-dasar hutang bisnis, mulai dari waktu jatuh tempo dan kewajiban yang harus dibayarkan. Sumber pinjaman atau hutang bisa berasal dari berbagai sumber, misalnya dari bank atau lembaga keuangan tertentu. Biasaya, untuk lembaga keuangan atau bank, memiliki syarat yang lebih kompleks termasuk menetapkan adanya jaminan atau agunan.

Pinjaman melalui lembaga keuangan ini, cocok bagi perusahaan Anda yang ingin mengajukan pinjaman dana dengan jumlah yang besar untuk membiayai hal-hal yang lebih besar pula, seperti pembelian peralatan, renovasi atau perbaikan properti, peningkatan tenaga kerja, dan lain sebagainya. Namun, apabila perusahaan Anda tergolong baru dan tidak memiliki jaminan sebagai syarat pengajuan pinjaman  dana, Anda bisa cari pinjaman dana tanpa jaminan dengan suku bunga yang relative rendah.

Menghitung Biaya Setelah Pajak

Perlu diingat bahwa bunga yang Anda bayarkan kepada kreditur atas pinjaman yang dilakukan akan mengurangi pajak. Oleh sebab itu, perhitungan biaya hutang harus disesuaikan dengan penghematan pajak. Biaya hutang bersih didasarkan pada jumlah bunga yang dibayarkan dikurangi penghematan pajak yang berasal dari pembayaran bunga. Perhitungan biaya hutang setelah pajak akan membantu para investor mengetahui kondisi keuangan atau stabilitas perusahaan Anda berdasarkan pula arus kas yang terjadi.

Besarnya tarif pajak setiap perusahaan berbeda-beda, tergantung jenis perusahaan. Sebagai contoh, tarif pajak bagi wajib pajak badan usaha di dalam negeri dengan usaa tetap dikenakan pajak 25%. Sedangkan perusahaan go-public yang dalam Bursa Efek Indonesia dikenakan pajak 20%. Untuk menentukan perhitungan biaya hutang, Anda juga perlu menentukan suku bunga hutang tersebut. Informasi suku bunga hutang dapat dilihat pada dokumen pinjaman dana yang diberikan pemberi pinjaman.

Nah, untuk menghitung suku bunga yang sudah disesuaikan, Anda dapa menggunakan rumus:

Penyesuaian Suku Bunga = Suku Bunga x (1 – tarif pajak perusahaan).

Biaya hutang biasnya dinyatakan dalam bentuk suku bunga atau persentase atau desimal, bukan dalam nominal rupiah.

Menghitung Biaya Hutang Rata-Rata

Bagi perusahaan besar, mereka bisa saja mendapatkan pinjaman dari berbagai sumber untuk membiaya perbagai kebutuhan seperti pembeliaan kendaraan kantor hingga properti. Inilah pentingnya menghitung biaya hutang rata-rata. Dari semua pinjaman yang masuk akan di total.

Biaya hutang rata-rata dapat digunakan untuk menganalisis perusahaan lebih lanjut. Biaya hutan ini akan mencerminkan seberapa bersar risiko yang dimiliki perusahaan. Dengan begitu, investor dapat mempertimbangkan perusahaan Anda.  

Menghitung Biaya Hutang sebelum Pajak

Selain menghitung biaya hutang setelah pajak, perusahaan juga perlu menghitung biaya hutang sebelum pajak. Mengapa hal ini perlu? Perhitungan ini diperlukan untuk mengetahui biaya hutang apabila kode pajak berubah. Kode pajak yang berubah melarang perusahaan mengurangi pembayaran bunga yang berasal dari pajak penghasilan. Oleh sebab itu, perusahan perlu mengetahui cara perhitungan biaya utang sebelum dikenakan pajak.

Biaya Hutang (sebelum pajak) = Suku Bunga Hutang x Pokok Pinjaman

Mudahnya Melakukan Pelunasan Pinjaman Tanpa Jaminan

Bagi Anda pemilik usaha kecil atau UKM, mengajukan pinjaman tanpa agunan adalah pilihan yang tepat. Apalagi jika bisnis Anda termasuk bisnis baru yang sedang dirintis dan membutuhkan tambahan biaya untuk pengembangan bisnis. Mengajukan pinjaman di lembaga keuangan seperti Bank, bukanlah hal yang mudah. Bank biasanya lebih menerima pengajuan dari perusahaan besar yang telah berdiri lama dan memiliki pendapatan yang cukup besar. Hal ini tentu akan menyulitkan bagi Anda pemilik usaha kecil.

Namun, tidak perlu khawatir karena Anda tetap dapat mengajukan pinjaman untuk membiayai pembiayaan bisnis yang kurang. Carilah pinjaman modal usaha tanpa jaminan yang memberikan peluang besar agar pengajuan Anda disetujui pemberi pinjaman. Anda dapat mengajukan pinjaman kepada kreditur dengan persyaratan yang mudah dan sesuai dengan kondisi perusahaan Anda.

Perhatikan Arus Kas Perusahaan Anda

Di dalam keuangan perusahaan, perhatikan kondisi arus kas atau cash flow. Cash Flow adalah jumlah uang yang masuk atau keluar dari perusahaan yang bersangkutan. Uang masuk (cash in flow) bisa berasal dari beberapa sumber, salah satunya penjalan produk perusahaan. Sementara uang keluar (cash out flow) dapat digunakan untuk pembiayaan kebutuhan perusahaan.

Cara membuat laporan cash flow tersebut, suatu perusahaan membutuhkan catatan penerimaan dan mengeluaran pembiayaan yang dilakukan pada periode tertentu. Dengan adanya laporan arus kas ini, perusahaan dapat menilai apakah perusahaan berada dalam posisi aman (untung) atau tidak aman karena mengalami kerugian.

Demikianlah ulasan mengenai perhitungan biaya hutang dalam bisnis perusahaan. Sehingga perusahaan dapat tidak salah dalam perkiraan saat meminjam dan melakukan kewajiban membayar.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: Cara Menghitung Biaya Hutang untuk Bisnis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.