fbpx

Menjadi seorang pebisnis artinya Anda mesti jeli menetapkan harga jual produk atau jasa yang dimiliki. Tentunya, ada banyak faktor yang menyertai proses penetapan harga. Salah satunya yang akan kita elaborasi kali ini adalah cost-plus pricing atau penetapan harga berdasarkan biaya.

Dalam metode ini, hal yang paling terdampak adalah target profitnya. Artinya, Anda perlu menambahkan biaya penuh dalam proses produksi dan pemasaran sebelum menentukan harga jual. Biasanya, pemilik akan menetapkan harga jual untuk satu unit barang berasal dari jumlah biaya produksi ditambah margin untuk mencapai target profit yang diharapkan.

Cost Plus = Markup Pricing

Dalam istilah perdagangan, cost plus pricing disebut juga dengan markup pricing. Strategi sederhana ini memastikan Anda telah mencantumkan seluruh biaya yang dikeluarkan sebelum produk itu siap untuk dipasarkan. Contohnya, harga bahan baku langsung, harga pegawai, hingga cadangan biaya untuk keperluan tak terduga.

Bahkan untuk beberapa bidang bisnis, harga cost plus ini sudah menjadi konsensus atau kesepakatan antara penjual dan pembeli. Terlebih, dalam perdagangan dan bisnis tertentu sangatlah wajar untuk menaikkan harga jual demi menutupi semua biaya yang telah digelontorkan.

Namun saat menaik turunkan harga jual ini, pastikan itu sebanding dengan elastisitas perubahan permintaan dan penawaran produk di pasaran.

Formula Menetapkan Harga Cost Plus

Untuk menetapkan harga cost plus, ada tiga tahapan yang perlu dilewati, yaitu:

Tentukan Total Biaya

Pada tahap ini, Anda perlu menghitung dan mencatat semua biaya yang dikeluarkan untuk barang atau jasa yang Anda miliki. Total ini akan ditemukan dari biaya tetap dan biaya variabel yang dihitung sekaligus.

Bagi Hingga per Unit

Kemudian, bagikan total biaya tersebut dengan berapa unit yang Anda miliki. Tujuannya adalah untuk menentukan berapa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi per unit produk atau jasa.

Kalikan Biaya per Unit dengan Nilai Markup

Tahap ketiga sekaligus terakhir, kalikan biaya per unit dengan persentase markup untuk menentukan harga jual dan margin produk.

menetapkan harga jual produk

Contoh Cara Menetapkan Harga Cost Plus

Setelah mengetahui ketiga tahapan penetapan harga, sekarang saatnya melihat contoh penetapan harganya. Misalnya, seorang kontraktor yang membangun perumahan telah mendata bahwa untuk membangun dan menjual 10 rumah di sebuah cluster, biaya yang diperlukan:

Biaya material: Rp50.000.000

Biaya tenaga kerja: Rp30.000.000

Biaya lain (sewa kantor, gaji, penyusutan alat): Rp10.000.000

Artinya, biaya total: Rp90.000.00

Jika kontraktor tersebut ingin laba sebesar 20% dari biaya total, maka:

Harga jual total = biaya total + laba (Rp90.000.000) + (20% x Rp90.000.000) = Rp108.000.000

Nilai Rp108.000.000 adalah total harga jual dan setiap rumah (dari total 10 rumah) akan dijual seharga Rp10.800.000. Laba yang diperoleh adalah Rp1.800.000 (dari selisih Rp18.000.000 / 10). Jika rumah tidak segera laku atau justru laris karena lokasinya strategis, maka laba bisa berubah naik atau turun.

Tentu saja hal ini bervariasi dan merupakan otoritas sepenuhnya setiap perusahaan. Persentase cost plus atau markup bergantung pada beberapa faktor dan juga melihat bagaimana situasi pasar dan perekonomian saat ini. Jika permintaan pasar terhadap produk Anda cenderung rendah, maka persentase markup bisa diturunkan untuk menarik minat pembeli.

Sebaliknya, jika permintaan atas produk Anda sedang tinggi dan kondisi ekonomi juga baik, persentase markup juga bisa dinaikkan jika perusahaan merasa harga itu masih bisa terjangkau oleh segmen pembeli mereka.

Apa Untung Ruginya?

Setiap kebijakan dalam penetapan harga pasti ada keuntungan dan kerugiannya. Dengan kata lain, ada risiko dari setiap langkah yang diambil. Dalam kaitannya dengan penetapan harga cost plus, metode ini bisa jadi keuntungan namun juga bisa jadi pemicu masalah finansial.

Berikut ini beberapa keuntungannya:

Menutupi Biaya Produksi

Alasan yang satu ini jelas dan pasti menjadi dasar ketika seorang penjual menetapkan harga jual dengan melibatkan cost plus atau biaya. Dengan cara ini, Anda telah menentukan metode yang konsisten untuk menutupi pengeluaran hingga biaya tak terduga.

Jaminan Keuntungan

Setiap pemasok barang juga pasti lebih memilih menandatangani kontrak yang sudah termasuk harga cost plus. Mengapa? Karena ada jaminan bahwa ada persentase keuntungan dan menekan risiko kerugian.

Menjelaskan Kenaikan Harga

Dengan harga cost plus, kenaikan harga akan lebih mudah disosialisasikan karena perusahaan bisa memberi informasi pada klien mengapa kenaikan harga tidak terhindarkan.

Namun di sisi lain, ada beberapa kerugian yaitu:

Potensi Kehilangan Konsumen

Penetapan harga adalah hal yang penuh risiko terutama ketika harga Anda lebih tinggi atau rendah dibandingkan dengan kompetitior di sektor yang serupa. Jika harganya terlalu tinggi, bukan tidak mungkin Anda akan kehilangan pasar dan pembeli potensial. Sementara jika harganya terlalu rendah, maka Anda tak bisa meraup profit yang diharapkan.

Tak Bisa Kontrol Biaya

Ketika sebuah perusahaan telah melibatkan cost plus dalam penetapan harga mereka, itu artinya seluruh biaya telah tercantum. Namun di sisi lain, jika hal ini tidak dilakukan, artinya mereka tak mampu mengendalikan biaya dan harga jualnya di pasaran.

Tidak Memperhitungkan Perubahan

Metode ini memperhitungkan biaya dari rekam jejak apa yang biasanya terjadi, dan tidak mengantisipasi faktor perubahan yang mungkin terjadi di masa kini.

Perlunya Proses Menetapkan Harga yang Fleksibel

Salah satu isu yang paling signifikan dalam menetapkan harga dengan cost plus adalah minat pasar tidak terukur dengan jelas. Belum bisa ditentukan apakah konsumen potensial di segmen pasar Anda akan benar-benar mau membeli produk di harga yang Anda pilih.

Untuk itu sebagai bentuk kompensasi, beberapa pebisnis biasanya menerapkan “elastisitas harga” agar tetap bisa mempertimbangkan cost plus. Biasanya hal ini juga akan dipengaruhi oleh harga pasar dari kompetitor di bidang yang sama.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa menggunakan penetapan harga value-based. Proses ini akan menentukan harga jual produk atau jasa berdasarkan pada keuntungan yang ditawarkan bagi para pembeli, bukan pada biaya selama proses produksi.

Nah, jika produk atau jasa Anda punya keunikan dan ciri khas tertentu, maka penetapan harga value-based sangat bisa diterapkan. Bukan tidak mungkin dengan menggunakan metode ini, persentase profit yang bisa Anda kantongi justru lebih tinggi lagi. Hal yang tak kalah penting adalah selalu mencatat biaya sekecil apapun selama proses produksi sehingga harga jual Anda tetap masuk akal baik bagi produsen maupun konsumen.

Ada baiknya pula, sebelum Anda menetapkan harga dengan cost plus atau markup pricing, Anda telah memahami dulu bagaimana merumuskan nilai jual produk berdasarkan biaya produksi. Simal artikelnya disini.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 2

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: 3 Langkah Menetapkan Harga Berdasar Cost Plus atau Markup Pricing

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.