fbpx

Siapa yang bisnisnya tidak ingin berkembang? Tentu saja ini merupakan impian setiap pemilik usaha agar dapat mendorong perkembangan usahanya agar lebih cepat. Bisa dikatakan perkembangan sebuah bisnis merupakan suatu tantangan yang indah. Iya indah, mengingat risiko yang dimiliki oleh bisnis pemula mulai dari kehabisan dana hingga kebangkrutan. Sehingga perkembangaan bisnis merupakan hal yang paling dinantikan. Tidak hanya karena berpotensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi bisnis untuk dikenal oleh lebih banyak masyarakat.

Biasanya perkembangan sebuah bisnis termasuk keharusan menambah karyawan dan membangun inventaris atau stok barang. Untuk dapat mencapai pertumbuhan ini, Anda akan membutuhkan modal tambahan dalam pengelolaannya. Memilih apa yang tepat bagi bisnis Anda merupakan sebuah tantangan lainnya yang harus dihadapi. Jadi sangatlah penting untuk mengetahui opsi apa saja yang tersedia dan manfaat serta kerugian yang akan berimbas pada usaha Anda.

Hutang Tidak Selalu Bersifat Negatif

Mungkin ada orang yang berpikiran bahwa lebih baik mengumpulkan uang sendiri untuk menjadi modal tambahan dibandingkan dengan berhutang kepada pihak lain. Faktanya, hutang merupakan salah satu komponen struktural modal perusahaan dan biasanya merupakan bentuk pembiayaan yang paling murah. Oleh karena itu, sebenarnya tidak semua hutang bersifat negatif karena selama Anda berhutang untuk sesuatu yang produktif, pengembalian hutang tidak akan menjadi masalah bagi bisnis Anda. Tentu selama Anda mengelola modal dan bisnis tersebut dengan benar agar dapat mempertahankan arus kas dengan baik. Bagaimana pemilik bisnis menghitung biaya hutang modal yang diperlukan yang harus dikeluarkan dan nantinya akan dibayarkan dari keuntungan yang bisnis dapatkan?

Umumnya pada fase awal pendirian bisnis atau perusahaan ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu menentukan besarnya kebutuhan modal Anda secara kuantitatif dan menentukan besarnya sumber modal kualitatif (struktur modal). Melakukan perhitungan untuk biaya modal (Cost of Capital) ini merupakan suatu hal yang penting bagi bisnis atau perusahaan karena dapat memberikan gambaran nyata mengenai besarnya biaya yang harus ditanggung oleh sebuah bisnis untuk memperoleh modal. Hal ini juga yang menjadi tolak ukur diterima atau ditolaknya usulan investai yang Anda berikan. Biasanya komponen modal yang sering dipakai pada perhitungan ini adalah saham biasa, saham preferen, utang serta laba ditahan. Namun, perlu diingat bahwa biaya modal ini dihitung berdasarkan nilai setelah pajak. Hal ini dikarenakan arus kas setelah pajak merupakan nilai yang paling relevan untuk keputusan investasi.

Apabila Anda ingin mengajukan pinjaman modal usaha pada platform pinjaman online, perhitungan biaya hutang modal (Cost of Capital) ini akan sangat berguna untuk memberikan estimasi yang hampir akurat mengenai jumlah modal yang Anda butuhkan untuk perkembangan bisnis Anda.

Mengapa harus berhutang?

Apakah tidak bisa menjadikan keuntungan sebagai modal usaha? Jawabannya tentu bisa. Tetapi apakah cara tersebut merupakan langkah yang aman bagi bisnis Anda? Tidak ada yang bisa memberikan jaminan. Pasalnya, melakukan pengajuan hutang sebagai pinjaman modal usaha diyakini merupakan cara yang aman untuk melindungi cash flow Anda. Cash flow adalah gambaran berupa laporan mengenai jumlah uang yang masuk (Cash in flow) dan jumlah uang yang keluar (Cash out flow) dalam periode waktu tertentu.

Cash flow atau arus kas yang positif adalah ketika pendapatan Anda lebih besar daripada pengeluaran. Sebaliknya, cash flow atau arus kas yang negatif adalah ketika pendapatan Anda lebih kecil daripada pengeluaran. Bisa dikatakan arus kas berperan penting dalam sebuah bisnis karena dapat menentukan seberapa baik operasional bisnis Anda berjalan. Singkat kata, Anda bisa mengetahui tentang keuangan bisnis Anda apakah sedang untung atau rugi. Menurut riset yang dilakukan oleh Jessie Hergen dari U.S. Bank, sebesar 82% bisnis gagal karena buruknya pengelolaan arus kas. Apabila Anda ingin mengajukan pinjaman modal usaha kepada platform pinjaman online untuk bisnis Anda, laporan arus kas akan berperan penting dalam mengetahui seberapa banyak modal yang Anda butuhkan.

Bagaimana cara membuat arus kas (Cash flow)?

Tiga Elemen Cash Flow

Agar dapat membuat laporan arus kas, Anda akan membutuhkan semua catatan tentang penerimaan yang didapat serta pengeluaran kas perusahaan dalam periode waktu tertentu. Cash Flow yang keluar adalah yang termasuk semua beban-beban yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Sebelum berlanjut ke cara membuat laporan arus kas, ada tiga elemen penting dalam arus kas (Cash flow) yang perlu diketahui, yaitu:

Arus kas dari kegiatan bisnis (operating activities)

Yang pertama ada arus kas yang berasal dari kegiatan bisnis baik pemasukan maupun pengeluaran. Contoh arus kas yang tergolong dalam elemen ini adalah pemasukan dari konsumen, bayar listrik, membayar gaji bulanan karyawan, dan lain sebagainya.

Arus kas dari kegiatan investasi (investing activities)

Elemen selanjutnya ialah arus kas yang berasal dari kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Kegiatan yang termasuk ke dalam investasi perusahaan adalah aktivitas penjualan dan pembelian dari aktiva (aset) perusahaan serta aktivitas yang ada hubungannya dengan piutang perusahaan atau bisnis. Pembelian kendaraan operasional baru, misalnya.

Arus kas dari kegiatan pendanaan (financing activities)

Yang ketiga adalah arus kas yang didapat dari pendanaan yang dilakukan oleh perusahaan, seperti emisi saham, penjualan obligasi, dan lain sebagainya bagi perusahaan atau bisnis yang sudah besar. Sedangkan untuk bisnis kecil menengah, pendanaan ini dapat berasal dari pinjaman modal usaha yang didapat baik dari institusi keuangan tradisional seperti bank atau platform pinjaman online.

Metode Cash Flow

Untuk membuat arus kas atau cash flow, terdapat dua metode yang dapat digunakan, yaitu metode langsung (Direct Cash Flow) dan metode tidak langsung (Indirect Cash Flow). Perbedaan dari kedua metode dapat dilihat dari cara penyusunannya. Pada metode langsung, penyusunannya dilakukan berdasarkan pada buku kas/bank perusahaan. Untuk menggunakan metode langsung, Anda harus melaporkan semua penerimaan dan pengeluaran kas dari kegiatan operasional bisnis, yang dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan pembiayaan.

Sedangkan metode tidak langsung, penyusunannya dilakukan berdasarkan laporan laba-rugi dan neraca (Laporan yang menunjukkan jumlah dan kondisi aset (aktiva) serta modal (pasiva) perusahaan Anda agar tetap dalam keadaan berimbang atau balance).

Keunggulan Metode Langsung & Tidak Langsung

Penggunaan metode langsung memungkinkan Anda untuk mengetahui sumber dan penggunaan kas yang ada pada laporan arus kas. Metode ini menggolongkan berbagai kategori utama dari kegiatan operasional bisnis. Meskipun data yang dibutuhkan untuk metode ini tidak mudah di dapat dan biaya pengumpulannya terbilang mahal, tetapi laporan dengan metode langsung lebih mudah dimengerti dan dapat memberikan informasi yang lebih banyak sehingga memudahkan pemilik bisnis dalam mengambil keputusan.

Sedangkan penggunaan metode tidak langsung lebih memusatkan pada perbedaan laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi, sehingga dapat menunjukkan hubungan antara laporan laba-rugi, neraca, dan arus kas. Untuk membuat laporan arus kas dengan metode ini lebih mudah karena data yang diperlukan dapat tersedia dengan mudah serta biaya yang dikeluarkan juga lebih murah. Sehingga disarankan untuk menggunakan metode yang kedua yaitu metode tidak langsung.

Untuk dapat membuat cash flow, Anda harus pastikan sudah memiliki dua sumber data yang akan digunakan, yaitu:

  • Laporan laba rugi periode yang sedang berjalan
  • Neraca periode yang sedang berjalan dengan neraca periode tahun sebelumnya

Bagaimana dengan Cara Hitung Biaya Hutang Modal?

Setelah Anda membuat laporan arus kas, Anda pastikan sudah dapat mengetahui keadaan keuangan bisnis Anda. Perhitungan dari biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar biaya sesungguhnya yang harus dikeluarkan perusahaan atau bisnis untuk memperoleh dana yang dibutuhkan.

Contoh dari biaya hutang modal adalah Perusahaan A menggunakan 100 persen hutang yang dimilikinya untuk membiayai sebuah proyek, dan hutang tersebut dikenakan bunga sebesar 10 persen dengan jangka waktu pembayaran tak terbatas. Maka biaya modal pekerjaan tersebut adalah 10 persen. Sehingga jika tidak ingin nilai perusahaan berkurang, pekerjaan atau proyek tersebut harus bisa menghasilkan keuntungan minimal 10 person atau lebih.

Biasanya bisnis kecil tidak bisa mendapatkan akses kepada pinjaman modal usaha melalui bank karena terkendala jaminan. Namun, kini UMKM bisa cari pinjaman dana tanpa jaminan melalui platform pinjaman online khusus untuk bisnis. Dengan pinjaman modal usaha yang diberikan oleh platform pinjaman online khusus untuk bisnis ini, arus kas bisnis Anda akan terjaga karena pemasukan yang didapat dari kegiatan bisnis dapat dikelola sebagai salah satu alternatif dana darurat. Pinjaman modal usaha juga bisa membantu bisnis untuk berkembang dengan lebih cepat.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: Cara Hitung Biaya Utang Modal untuk Bisnis Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.