fbpx

Ketika berusaha memahami startup lewat padanan kata langsungnya dalam bahasa Indonesia yaitu “bisnis rintisan”, kita kerap kesulitan mengerti apa bedanya ia dengan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) pada umumnya.

Menelaah lebih lanjut istilah UMKM, penyebutan ini sejatinya terbatas hanya mendeskripsikan seberapa besar ukuran usaha dinilai dari aset yang dimiliki dan pendapatan yang diperoleh dalam setahun.

Ukuran UsahaAsetOmzet Tahunan
MikroMaksimal Rp 50 JutaMaksimal Rp 300 Juta
KecilRp 50 Juta – Rp 500 JutaRp 300 Juta – Rp 2,5 Miliar
MenengahRp 500 Juta – Rp 10 MiliarRp 2,5 juta – Rp 50 Miliar
BesarLebih dari Rp 10 MiliarLebih dari Rp 50 Miliar

Semua startup, tentu pernah melewati fase sebagai bisnis kecil secara ukuran usaha.

Lalu, apa startup itu sendiri?

Istilah penjabaran untuk startup terus berubah seiring waktu, sangat dinamis. Namun kita dapat dengan mudah mengidentifikasikannya berdasarkan tiga karakteristik berikut (Mike Lyons, Trevor Loy):

  1. Potensi Tinggi (High Potential)
  2. Tumbuh Cepat (Fast Growth)
  3. Efisiensi Sumberdaya (Capital Efficient)

Bagaimana bisnis kecil bisa seperti startup? Cara mengadopsi segala kriteria-kriteria positif tersebut agar berhasil seperti startup-startup populer?

Faktanya, hanya 10% dari startup yang berhasil membangun bisnis berkesinambungan. 90% lainnya menjadi pembelajaran—studi kasus yang ditelaah dan dirumuskan ulang menjadi formula terukur bagi generasi selanjutnya.

Ya, startup sebagai institusi yang ideal tidak dijalankan dengan prinsip “just do it”—sebaliknya, ia mengikuti formula-formula yang sudah terbukti dan mengujinya di berbagai kondisi tertentu.

Sebuah kutipan ini merangkum keseluruhan tindakan yang harus kamu ambil:

“Think big, start small, move fast.”

Berpikir besar, memulai dari yang kecil, dan bergerak cepat. Itu startup.

Potensi Tinggi – Berpikir Besar

Apakah bisnis kecil bisa seperti startup? Apakah bisnismu berpotensi tinggi atau tidak diukur dari seberapa besar pangsa pasar yang tersedia, umumnya dalam hitungan Triliunan hingga Biliun Rupiah.

Ini artinya memasang tujuan akhir bukan sekedar bisnis sukses menguasai pasar di lingkungan kecamatan, atau bagian tertentu dari sebuah kota saja, namun berkiprah hingga manca negara seperti GO-JEK yang berekspansi ke Thailand, Singapura dan Vietnam, atau Bukalapak yang baru saja merilis BukaGlobal.

Bahasa yang sering digunakan untuk menjabarkan ukuran pasar, dikenal sebagai TAM SAM SOM.

  • TAM or Total Available Market: Nilai keseluruhan permintaan pasar terhadap suatu produk atau layanan.
  • SAM or Serviceable Available Market: Bagian segmen dari TAM yang disasar oleh produk dan layanan dalam lingkup jangkauan regional Anda.
  • SOM or Serviceable Obtainable Market: Porsi dari SAM yang dapat Anda raih.

Berpikir besar bukan berarti sekedar hitungan matematis dari analisis pemasaran saja, ini erat kaitannya dengan sesuatu yang fundamental: alasan mengapa Anda menjalankan bisnis?

Jawaban dari pertanyaan tersebut, haruslah lebih besar dari sekedar mencukupi kebutuhan hidup keluarga Anda. Setiap startup adalah pemecah masalah, penghadir solusi yang berdampak pada peningkatkan kehidupan banyak orang.

Mulai tanyakan: Mengapa? Mengapa? Mengapa? Mengapa? Dan Mengapa?

Mengambil inspirasi konsep Ikigai dari Jepang, sesuatu yang berarti “the reasons to live”, visi besar dalam bentuk terbaiknya adalah irisan 4 bagian:

  • Misi untuk Kebaikan
  • Tipe Pekerjaan yang Anda Sukai
  • Sesuatu yang Dapat Menghasilkan Uang
  • Hal yang Anda bisa Lakukan dengan Amat Baik.

Selanjutnya Anda juga bisa melihat bisnis yang akan atau sedang dijalankan dari perspektif Design Thinking. Sebuah konsep rancangan pemikiran untuk menilai suatu ide dari aspek ketersediaan permintaan (dibutuhkan oleh orang-orang), kemungkinan untuk diterapkan dengan teknologi yang tersedia, dan layak dari segi finansial bisnis.

Anda dapat membaca panduan praktis dari IDEO ini untuk mempelajari metode-metode dari salah satu varian design thinking yaitu Human-Centered Design.

Varian lain yang lebih dikenal banyak orang dan sedang marak dijalankan di berbagai lokakarya adalah Design Sprint yang diperkenalkan oleh Google Venture. Konsep yang membangun dan menguji prototype (purwarupa) hanya dalam 5 hari saja. 

Berbicara waktu yang singkat (cuma 5 hari!), mari kita bergerak ke karakteristik berikutnya dari startup.

Tumbuh Cepat – Mulai dari yang Kecil, Lakukan Sekarang

Startup dikenal dengan tingkat adaptabilitasnya yang tinggi di kondisi tak menentu yang dapat berubah cepat di era internet ini. Pilihannya adalah akselerasi agar terus relevan, atau terlupakan. Berinovasi atau mati.

Menemukan kesesuaian kebutuhan basis pelanggan dengan produk yang Anda tawarkan, membangun kebiasaan konsumsi lewat rekayasa teknis, hingga kemudian meningkatkan skala operasional adalah pembelajaran yang Anda petik dari kerangka Customer Development.

Ia sejalan dengan iterasi terus menerus yang perlu Anda lakukan untuk menghasilkan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan. Seberapa cepat Anda dapat melakukan eksperimen, atau mari kita berterus terang–sebarapa cepat percobaan Anda gagal dan dapat memetik pelajaran darinya, amat menentukan terhadap laju pertumbuhan bisnis. 

Ada banyak kasus, sebagai contoh seperti Kepala Pertumbuhan Twitter yang baru yang bersikeras meningkatkan frekuensi percobaan yang dijalankan hingga 10 buah dalam seminggu terbukti membuat kurva pertumbuhan Twitter melesat tinggi.

Salah satu aspek teknis yang bisa Anda coba, adalah dengan merilis Minimum Viable Product (MVP) sesegera mungkin. 

Versi paling sederhana dari produk mutakhir yang ingin Anda sediakan, namun mencukupi untuk memberikan pelanggan pengalaman awal tentang pemakaian di kondisi ideal nantinya.

Perhatikan dengan seksama pada bagian kemampuan produk menawarkan pelanggan gambaran pengalaman yang mencukupi. Cara membangun yang benar adalah mencicil produksi pada elemen yang dapat membuat produk berfungsi, lalu nanti menambahkan fitur secara berkala di atasnya. 

minimum viable product, melesat bisnis kecil bisa seperti startup

Lewat MVP, Anda dapat berhemat dan mengalokasikan sumberdaya yang tersedia dengan efisien.

Efisiensi Sumberdaya – Bergerak Cepat, Adopsi Teknologi

Hal paling praktis yang dapat menjadi pembeda bagi bisnis kecil Anda adalah adopsi teknologi. Kita sering mendengar jargon UMKM Naik Kelas, UKM Go Digital, dan sejenisnya. Namun apa yang dimaksud olehnya?

Menjadikan bisnis kecil bisa seperti startup digital bukan sekedar memiliki website atau hadir di media sosial. Jauh lebih besar dari itu. Implementasi teknologi akan membawa pertumbuhan hingga 80% lebih tinggi dari UKM yang belum menerapkannya.

Kita mulai dari aspek paling dasar: Keterukuran.

“Sesuatu yang tidak bisa diukur, tidak bisa ditingkatkan, sehingga tak bisa diubah menjadi lebih baik.”

Beberapa hal yang kita kira cukup, masih memiliki area yang sangat luas untuk kita eksplorasi.

Sudah memiliki akun Instagram? Apakah telah mengaktifkan akun Instagram untuk Bisnis?

Jika demikian, apakah sudah memonitor metrik-metrik seperti Jangkauan (Reach), Impression (Impresi)?

Sekarang telah ada website, apakah sudah dipasang Google Analytics? Jika belum, bagaimana Anda memahami darimana sumber trafik kunjungan yang diterima situs? Seperti apa perilaku calon pelanggan dalam website Anda, elemen mana yang bisa dioptimalkan?

Bahkan untuk pelaku bisnis konvensional, amat sangat banyak teknologi yang bersinggungan dengan aspek fisik usaha. Misalkan dengan memasang aplikasi kasir, Anda dapat memantau penjualan usaha secara real time (langsung) tanpa perlu khawatir dicurangi karyawan atau terjadi salah pencatatan. Ini memungkinkan Anda mengekspansi bisnis ke berbagai wilayah.

Belum lagi berbicara dengan fitur penerimaan pembayaran non-tunai seperti GOPAY, OVO yang otomatis terpasang saat instalasi. Anda memberikan keleluasaan lebih bagi segmen pelanggan tertentu.

Atau jika proses pengadaan stok ulang barang sering memakan waktu dan menghabiskan tenaga? Ada banyak aplikasi telah menyediakannya, termasuk pemain besar seperti Mitra Bukalapak dan Tokopedia. Beberapa bahkan datang berbarengan, memungkinkan Anda menjual produk digital seperti pulsa, dan token listrik.

Masih menunda untuk segera mendigitalkan proses bisnis Anda? Telusuri segera bermacam penyedia jasa yang tersedia di direktori kami, disini. Segera lakukan digitalisasi agar bisnis kecil bisa seperti startup.

Mengusir Keraguan: Saya hanya peritel konvensional, tidak punya sesuatu yang canggih, apakah bisa?

Mari kita ubah pertanyaannya, bukan sesuatu yang canggih, melainkan sesuatu yang bernilai.

Di ekosistem lokal, berbagai pelaku konvensional telah bergerak mengadopsi prinsip startup di industri ritel seperti kopi contohnya, sudah hadir pelaku startup seperti Kopi Kenangan, Koppi, dan Fore Coffee yang digelontori dana oleh investor.

Bahkan di level global, beberapa startup D2C (direct-to-customer) jenis ini telah mencapai status unicorn (valuasi bisnis di atas US $ 1 Miliar), misalnya Allbird yang memproduksi sepatu atau Casper yang menawarkan barang kasur.

Mengusir Keraguan: Startup kan dibiayai investor, darimana sumber uang saya untuk mencapai laju pertumbuhan sebegitu cepat?

Istilah bakar uang dalam dunia startup belakangan dikonotasikan negatif akibat gulung tikatnya beberapa perusahaan yang tidak mengalokasikan pos biaya pengeluarannya dengan tepat. 

Namun yang perlu Anda pahami, pendanaan datang dimana ada pertumbuhan. Anda tetap harus membuktikan kredibilitas Anda sebelum memperoleh pembiayaan dari pihak luar. Seperti di Aspire, kami ingin mengetahui tentang perputaran arus kas usaha Anda, seberapa lama sudah bisnis berjalan, bagaimana rencana Anda dalam menggunakan pinjaman pada nantinya.

Dan beberapa startup tumbuh besar hingga melantai di bursa saham dengan pendanaan yang minim seperti Zoom, atau layaknya Mailchimp dan Basecamp yang berkembang lewat cara bootstrapping, mengandalkan surplus pemasukan sebagai modal untuk pengembangan usaha.

Mengusir Keraguan: Merangkum semuanya, darimana saya harus memulai?

Kami di Aspire sangat menikmati membaca berbagai buku kewirausahaan. Sebagai saran, Anda dapat memulai dengan Lean Startup dari Eric Rise, Zero to One dari Peter Thiel, lalu The Four dari Scott Galloway.

Anda juga bisa membuat sketsa ulang perencanaan bisnis lewat Lean Canvas.

Selamat menikmati dan berselancar di gelombang baru dalam perjalanan kewirausahaan Anda.

Punya pertanyaan? Jangan sungkan kirimkan saya dan tim sebuah email. Di Aspire, kami pedulu dan tumbuh bersama Anda.

Salam Bangun Asa Wirausaha!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata 4.5 / 5. Jumlah vote: 2

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

People reacted to this story.
Show comments Hide comments
Comments to: 3 Cara Bagaimana Bisnis Kecil bisa Seperti Startup
  • Mei 24, 2020

    Halo, Adakah anda memerlukan pinjaman jangka pendek, panjang atau pendek dengan kadar faedah yang agak rendah kurang dari 2%? Adakah masalah ekonomi yang menimpa anda tahun ini? Saya Jose luis, saya pemilik pinjaman Jose luis dan saya menawarkan pinjaman yang selamat dan terjamin. * Mencari dana untuk melunaskan pinjaman dan hutang? * Adakah anda mencari dana untuk memulakan perniagaan anda sendiri? * Adakah anda memerlukan pinjaman peribadi atau perniagaan untuk pelbagai tujuan? * Adakah anda mencari pinjaman untuk projek utama? Sekiranya ada, saya boleh membantu. * Saya boleh menawarkan anda sehingga EUR 50,000,000. * Anda boleh memilih antara 1 hingga 30 tahun untuk pembayaran balik. * Anda boleh memilih antara rancangan pembayaran balik bulanan dan tahunan. * Syarat pinjaman yang fleksibel. Jangan ragu untuk kembali bersama saya melalui e-mel ini: (joseluisloans@aol.com) atau (joseluisloans@gmail.com)
     Anda mempunyai jaminan 100%, untuk menerima pinjaman pada akhir transaksi pinjaman ini. Yang benar Jose luis.

    Reply
  • September 12, 2020

    Bagi Anda yang baru saja membuka bisnis, menjaga arus kas merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaannya. Arus kas harus berjalan dengan lancar agar dapat memberikan gaji karyawan, biaya operasional serta tagihan-tagihan yang perlu dibayarkan. Terutama ketika informasi mengenai produk atau layanan bisnis Anda belum tersebar luas sehingga belum banyak menarik konsumen.

    Reply
Write a response

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.