fbpx

Kondisi cashflow yang stabil bisa jadi adalah salah satu impian bagi setiap pebisnis. Mengapa impian? Karena tidak semua pebisnis, entah itu yang berpengalaman atau baru terjun ke dunia bisnis, sanggup mewujudkannya semudah membalik telapak tangan. Tentu saja, perlu usaha ekstra untuk mewujudkan hal tersebut.

Pada dasarnya, kondisi keuangan yang fluktuatif dalam sebuah bisnis adalah hal yang sangat umum terjadi dalam bisnis di bidang apapun. Terlebih, ada begitu banyak faktor internal dan eksternal yang turut berpengaruh terhadap hal ini. Pebisnis yang handal tentu bisa mengontrol laju dana keluar masuk dengan mudah. Namun lagi-lagi, masih ada banyak faktor eksternal yang mustahil untuk dihindari.

Kemudahan Pinjaman Modal Usaha

Untungnya, ada banyak peluang untuk mendapatkan pinjaman online bagi sebuah bisnis. Namun biasanya, ada perkecualian bagi bisnis kecil yang tengah berkembang. Pihak pemberi pinjaman tradisional yang biasanya menawarkan lini kredit dengan jumlah besar bisa jadi  tidak akan menerapkan hal yang sama bagi bisnis yang tengah merintis.

Namun dengan banyaknya pilihan pinjaman online, jumlah kredit yang dipinjamkan jauh lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha. Tapi tetap saja, pinjaman modal usaha hanya akan cair setelah beberapa syarat terpenuhi. Hal ini penting untuk memastikan bisnis Anda memenuhi kualifikasi atau tidak.

Formula pengukuran kualifikasi ini tentu berbeda dari satu lembaga peminjam dengan yang lainnya. Ada yang menerapkan persyaratan cukup rumit, namun ada juga yang bisa jadi pilihan bagi Anda yang tengah mencari pinjaman dana tanpa jaminan. Ada banyak data yang dilibatkan sebagai konsiderasi untuk menentukan hal ini. Tapi tenang saja. Selama data bisnis Anda cukup meyakinkan, maka pendanaan akan mudah dicairkan.

Sebaliknya, jika bisnis Anda tidak cukup meyakinkan atau di bawah standar formula yang diterapkan, tentu pinjaman tidak akan cair begitu saja. Lalu, apa saja indikator data bisnis yang memengaruhi proses pengajuan pinjaman modal usaha?

1. Pinjaman Pribadi

Lembaga peminjam akan melihat track record pinjaman pribadi untuk menentukan apakah Anda berhak untuk mendapatkan dana atau tidak. Ada tiga kategori yang digunakan: baik (good), cukup (average/fair), dan buruk (bad).

Jika skor Anda ada di kategori baik, maka peluang untuk mendapat pinjaman cukup tinggi. Skor bagus ini hanya akan diperoleh jika Anda telah membayar semua pinjaman tepat waktu dan kemungkinan terkena denda sangat kecil.

Di sisi lain, jika skor Anda buruk, tentu kecil kemungkinan akan mendapat pinjaman modal usaha. Skor yang buruk menunjukkan bahwa Anda bukan pembayar pinjaman yang baik. Justru, Anda menjadi ancaman bagi keuangan mereka. Tentu saja, tidak ada pebisnis yang ingin ada di posisi ini, kan?

2. Pendapatan

Faktor berikutnya yang cukup krusial dalam menjamin keberlangsungan bisnis adalah pendapatan. Dengan adanya pemasukan dalam bentuk apapun, artinya bisnis Anda berkembang dan besar kemungkinan mampu membayar angsuran tepat waktu. Pihak peminjam akan melihat pendapatan Anda dengan detil untuk menilai kemampuan Anda membayar pinjaman.

Semakin tinggi pendapatan yang diperoleh dalam periode waktu tertentu, akan semakin besar kemungkinan mendapat pinjaman dengan lini kredit besar. Logikanya sederhana: jika pendapatan sebuah bisnis berjalan lancar, maka Anda pun tak akan kesulitan melunasi pinjaman. Hal ini berlaku sebaliknya.

3. Segmentasi Pasar

Seberapa besar segmen pasar bisnis Anda juga turut menentukan seberapa besar pinjaman yang akan Anda peroleh. Semakin besar segmen pasar, maka penjualan pun bisa melejit. Hal ini biasanya dinilai dalam periode waktu harian, mingguan, atau bahkan bulanan.

Segmen pasar yang luas juga bisa memengaruhi lini kredit yang Anda dapatkan. Namun jika tingkat penjualan cukup rendah, artinya hanya sedikit segmen pasar yang berhasil dirangkul. Pihak peminjam pun akan mempertanyakan kemampuan Anda untuk membayar pinjaman.

4. Media Sosial

Era serba digital membuat bisnis kini bergeser ke dunia online. Lihat saja bagaimana Amazon dan Alibaba menjadi raksasa bisnis online. Artinya, dengan terjun ke dalam dunia transaksi online, maka peluang bisnis juga semakin signifikan.

Bahkan, interaksi bisnis Anda di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau YouTube juga menjadi faktor penilaian pihak pemberi pinjaman. Semakin aktif Anda menggunakan media sosial sebagai cara untuk meningkatkan penjualan, semakin besar pula kepercayaan untuk mendapat pinjaman online, bahkan tanpa jaminan!

5. Angka Pinjaman

Setiap kali Anda mengajukan pinjaman, salah satu hal yang menjadi determinan adalah frekuensi dan angka pinjaman. Hal ini menunjukkan seberapa stabil bisnis Anda. Jika bisnis Anda terlalu sering mengajukan pinjaman, itu artinya kondisinya jauh dari kata stabil. Hal ini yang menjadi patokan mereka untuk mengevaluasi proposal pinjaman Anda.

Mereka juga akan melihat apakah pinjaman Anda sebelumnya telah benar-benar lunas. Jika sebuah bisnis masih tersangkut dalam sebuah skema peminjaman, tentu mustahil ada lembaga peminjam lain yang mau mengucurkan dananya untuk Anda.

6. Saldo Rekening

Cara lain yang paling terlihat untuk menentukan stabil tidaknya sebuah bisnis adalah dengan melihat saldo rekening dalam basis harian, mingguan, juga bulanan. Jika pemasukan lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran, artinya bisnis Anda berkembang dan efektif.

Mereka yang memberi pinjaman akan dengan senang hati bekerja sama dengan pebisnis yang keuangannya stabil. Tentunya, hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Mereka bisa mendapatkan klien yang terpercaya, pebisnis pun bisa mendapatkan pinjaman kebutuhan untuk mengembangkan bisnis lebih jauh lagi.

7. Kekuatan Hukum

Mungkin faktor yang satu ini tidak umum menjadi salah satu indikator menentukan penilaian skor kredit, namun ternyata cukup penting diperhitungkan. Mereka yang siap mengucurkan lini kredit akan memastikan apakah bisnis Anda adalah entitas legal yang terdaftar. Tujuannya, jika ada masalah dalam proses peminjaman atau pembayaran, maka mereka bisa mengambil langkah hukum terhadap bisnis Anda.

8. Neraca Keuangan

Salah satu dokumen terpenting yang membuktikan apakah bisnis Anda berdiri kokoh atau tidak adalah neraca keuangannya. Jumlah aset dalam neraca keuangan harus lebih tinggi dibandingkan dengan seluruh kewajiban yang dimiliki bisnis Anda. Tak hanya neraca keuangan, mereka juga perlu melihat data pendukung lain seperti laporan dari bank.

Lebih jauh lagi, jika bisnis Anda memiliki aset tetap, maka peluang untuk mendapatkan pinjaman tentu lebih besar. Aset yang Anda miliki pun bisa dimasukkan sebagai jaminan.

Seluruh indikator di atas menjadi penilaian untuk mendapatkan pinjaman modal usaha dengan mudah. Jika Anda telah memenuhi kualifikasi demi kualifikasi di atas, mungkin Anda akan menjadi pebisnis beruntung berikutnya yang bisa mendaftar pinjaman online untuk modal usaha di sini

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: Apa Saja 8 Data Bisnis yang Memengaruhi Permohonan Pinjaman Modal Usaha?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.