fbpx

Jika Anda sedang memulai bisnis UMKM, maka Anda akan mendengar kata ‘’anggaran kas’’ saat menerima sejumlah uang dan menentukan jumlah yang harus dialokasikan untuk pengeluaran tertentu. Seperti halnya peta, anggaran kas dapat membantu Anda membuat rencana kerja berisi langkah apa saja yang harus diambil untuk mencapai tujuan usaha dalam masa mendatang. Sebelum membuat anggaran kas, cobalah untuk melakukan pinjaman modal usaha di bank demi kemajuan usaha Anda.

Setiap bisnis tentunya memiliki kas untuk memenuhi kebutuhan transaksi pembayaran periodik dan saldo persyaratan minimum dalam jaminan uang ketika mereka ingin melakukan pinjaman online. Kas perlu dikelola dengan baik untuk operasional bisnis pada masa kini maupun untuk keperluan investasi pada masa mendatang. Maka dari itu, dibutuhkan suatu panduan manajemen arus kas bagi pemilik usaha kecil untuk membuat anggaran kas. Kenapa anggaran kas itu penting bagi bisnis Anda?

Jika anggaran kas menunjukkan peningkatan modal kerja bersih selama periode tertentu, kenaikan modal kerja bisa digunakan untuk mengurangi biaya operasi, seperti membayar kembali uang pinjaman. Jika anggaran kas menunjukkan penurunan modal kerja bersih selama periode tertentu, cobalah untuk meningkatkan kas perusahaan dengan cara meningkatkan performa lini kredit dan cari pinjaman dana tanpa jaminan bank.

Dengan adanya anggaran kas, Anda dapat mengelola modal usaha dengan cara mengumpulkan berapa banyak uang tunai yang diambil dan dikeluarkan pada akhir bulan. Artikel kali ini membahas tentang definisi, tujuan dan bentuk anggaran kas serta beberapa perbedaan anggaran uang tunai dengan laporan arus kas.

Definisi, Tujuan dan Bentuk Anggaran Kas

Anggaran kas didefinisikan sebagai alat penting dalam proses perencanaan dan pengendalian keuangan usaha, karena di dalamnya terdapat estimasi penerimaan dan pengeluaran kas untuk periode tertentu di masa datang sehingga akan bisa diketahui kapan perusahaan dalam keadaan defisit atau surplus kas serta kapan perusahaan bisa memperoleh laba dan menjamin likuiditas usaha. Anggaran kas juga merupakan bagian dari manajemen kas digunakan untuk menganalisa perekonomian keuangan usaha agar dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan awal usaha. Berikut adalah 4 tujuan anggaran kas, diantaranya:

  1. Memberikan taksiran posisi kas akhir setiap periode sebagai akibat dari operasional bisnis, yaitu dengan membandingkan uang kas masuk dan uang kas keluar. Sehingga saldo kas akhir pada suatu periode akan sama dengan kas awal ditambah penerimaan kas dan dikurangi dengan pengeluaran kas dalam suatu periode.
  2. Mengetahui kelebihan atau kekurangan kas pada waktunya sekaligus untuk menentukan kebutuhan pembiayaan atas kelebihan angsuran kas untuk investasi.
  3. Menyelaraskan kas dengan total modal kerja, pendapatan, biaya, investasi dan utang.
  4. Dipakai sebagai dasar evaluasi atas kinerja keuangan usaha dan kebijakan pemberian kredit serta alat pemantau posisi kas secara terus-menerus untuk mencapai target keberhasilan usaha.

Sektor Penerimaan Kas

Bentuk anggaran kas mencakup estimasi penerimaan dan pengeluaran kas, berisi perkiraan posisi kas dalam periode tertentu untuk menentukan kebutuhan perencanaan untuk menetapkan kelebihan kas yang terjadi dan kebutuhan pembelanjaan untuk menutup kekurangan kas. Umumnya, sektor penerimaan kas terdiri dari:

  • Penjualan tunai dari kualitas dan kuantitas barang jadi yang diproduksi dan dijual.
  • Penagihan piutang, jika lebih aktif akan mempercepat penerimaan kas dan sebaliknya.
  • Perubahan penjualan aktiva tetap.
  • Penerimaan kas lain dari sumber lain, seperti penghasilan bunga bank, jasa giro, sewa, dividen.
  • Posisi perusahaan dalam persaingan cukup kuat akan memperbesar penerimaan syarat pembayaran.
  • Penerimaan dari pinjaman kredit bank dan penjualan obligasi.

Biaya Non Operasional

Sektor pengeluaran kas berupa pengeluaran untuk biaya-biaya, baik biaya operasional maupun biaya non-operasional yang terdiri dari:

  • Pembelian tunai dari kualitas dan kuantitas bahan baku, bahan tambahan atau barang keperluan lain.
  • Pembayaran utang pajak, cukai, materai, restitusi pajak.
  • Pembayaran upah tenaga kerja langsung
  • Pembayaran biaya pembangunan pabrik tidak langsung
  • Pembayaran biaya administrasi
  • Pembayaran biaya penjualan
  • Pembelian dan penambahan barang aktiva tetap
  • Pembayaran bunga dan sewa
  • Pembayaran angsuran pinjaman ke bank
  • Pembayaran untuk investasi mesin-mesin baru
memahami anggaran kas
Memahami Anggaran Kas

6 Perbedaan Anggaran Kas dengan Laporan Arus Kas

Salah satu siklus akuntansi adalah cara membuat cash flow yang dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mengelola uang tunai dalam bentuk anggaran kas. Persamaannya adalah anggaran kas dan laporan arus kas dimulai dengan saldo awal kas dan setara kas, baik di tangan maupun di bank pada awal periode yang diusulkan dan berakhir dengan saldo akhir kas dan setara kas pada akhir periode. Berikut adalah 6 perbedaan antara anggaran kas dan laporan arus kas, diantaranya:   

  1. Anggaran kas adalah suatu tabel yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran arus kas serta saldo kas untuk sebuah usaha dalam suatu periode tertentu. Sedangkan, cash flow adalah suatu tabel yang menunjukkan arus kas masuk dan arus kas keluar yang berkaitan dengan kegiatan operasi, investasi dan pendanaan usaha.
  2. Anggaran uang tunai biasanya disiapkan dalam waktu singkat, misalnya harian, bulanan, kuartal atau mingguan untuk mengendalikan uang tunai. Sedangkan, laporan arus kas biasanya disiapkan untuk tahun akuntansi keuangan.     
  3. Anggaran uang tunai bersifat futuristik dalam pendekatan tujuan rencana arus kas masa depan daripada laporan keuangan yang diramalkan. Di sisi lain, laporan arus kas disusun berdasarkan analisis post-mortem dari data peristiwa masa lalu mengenai arus kas yang sebenarnya dan arus kas keluar.
  4. Anggaran kas disiapkan sebagai bagian dari latihan perencanaan untuk utilitas manajemen internal dalam mengendalikan kas aktual. Sedangkan, laporan arus kas disusun untuk keperluan lembaga eksternal, seperti pemegang saham, lembaga keuangan, investor, pemerintah dan sebagainya.
  5. Untuk keperluan peramalan yang bijak, anggaran kas disusun berdasarkan data sebelumnya. Sedangkan, penyusunan laporan arus kas dibuat dari data akuntansi pada awal dan akhir tahun akuntansi.
  6. Untuk perusahaan publik, laporan arus kas harus disajikan sesuai dengan standar FASB (Standar Akuntansi Keuangan Independen).
  7. Anggaran kas berperan sebagai alat bantu manajemen dalam melakukan perencanaan sumber daya dan pengendalian kas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan, informasi arus kas digunakan sebagai indikator jumlah arus kas masuk dan arus kas keluar di masa yang akan datang, serta berguna untuk menentukan kenaikan atau penurunan arus kas.
  8. Laporan arus kas memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan kekayaan bersih suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan usaha. Anggaran kas memberikan informasi pengumpulan dan pembelian yang mencatat pengumpulan kas dari penjualan dan pembelian bahan baku secara tunai, penambahan dan pengurangan kas serta kebutuhan kumulatif perusahaan akan hutang dan surplus kas.

Demikian ulasan lengkap tentang definisi, tujuan dan bentuk anggaran kas serta 6 perbedaan anggaran uang tunai dengan laporan arus kas.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata 1 / 5. Jumlah vote: 1

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: Apa itu Anggaran Kas? Bedakah dengan Laporan Arus Kas?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.