fbpx

Sangat dianjurkan bagi para pelaku usaha kecil untuk membuat pembukuan keuangan dengan menggunakan software akuntansi agar tertata rapi sedemikian rupa sejak awal. Kenapa harus melakukan pembukuan keuangan? Kenapa pembukuan keuangan usaha ini penting dan harus dibuat sejak awal membuka bisnis?

Pertama, sebagian besar para pengusaha baru suka mengabaikan pembukuan keuangan karena hanya berfokus kepada penjualan dan pemasaran produk dan jasa saja serta berpikir cukup dengan mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya resiko besar, seperti kecurangan dalam keuangan, ketidakpastian suatu kondisi keuangan bisnis, penunggakan pembayaran piutang atau kesalahan pelunasan utang usaha.

Kedua, jika usaha Anda mulai berkembang dan pembelian semakin banyak, maka jumlah transaksi akan semakin besar. Maka dari itu, mulailah melakukan pinjaman online untuk mempertahankan jumlah uang di rekening dan membuat pembukuan keuangan usaha secara akurat dan kontinu. Sehingga pada saat akhir tahun dilakukan perhitungan total keuntungan untuk mendapatkan informasi pencapaian hasil dalam setahun.

Pembukuan keuangan berperan besar dalam kesuksesan bisnis karena proses pencatatan ini merupakan salah satu elemen penting yang tidak boleh diabaikan untuk mengontrol keuangan, mengelola hutang, deposito dan barang yang diberikan secara kredit. Pembukuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari akuntansi dan suatu proses pencatatan data yang harus dilakukan secara terperinci untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan terkait dengan laporan keuangan.

Sebelum memulai pembukuan keuangan, gunakanlah sistem manajemen kasir POS (point of sales) untuk merekam penjualan dan kemudian dapat menerima persetujuan instan saat nanti mengajukan pinjaman. Temukan perangkat aplikasi kasir yang dapat memudahkan Anda tersebut disini.

Dapat dijelaskan berikut adalah 8 tips sukses memulai pembukuan keuangan untuk UMKM, diantaranya:

memulai pembukuan keuangan sejak awal merintis usaha
Membiasakan Melakukan Pembukuan Keuangan Sejak Awal Merintis Usaha

1.   Buatlah Format Data Pembukuan Keuangan Toko

Format data pembukuan biasanya terdiri dari nomor, kode barang, nama produk, kuantitas produk, harga jual dengan cabang eceran dan grosir, jumlah stok barang, harga produk dan keterangan mengenai produk tersebut. Hal ini ditujukan untuk membuat dan menginput database produk.

2.   Buatlah List Depresiasi Aset Usaha

Buatlah daftar list aset usaha, baik aset tetap maupun aset lancar serta memperhitungkan biaya penyusutan depresiasi aset usaha, seperti bangunan, tanah, kendaraan, peralatan dan perlengkapan usaha. Biasanya dilakukan setiap tahun tergantung metode perhitungannya, seperti metode garis lurus. Hal ini membantu Anda secara mudah menggunakan data tersebut untuk memastikan depresiasi aset usaha itu tidak akan hilang atau rusak.

Klasifikasi Pembukuan Keuangan

Pembukuan dapat diklasifikasikan agar lebih mudah untuk didata dan dilacak. Pembukuan dapat dibagi seperti: buku pemasukan, buku pengeluaran, buku utang, buku piutang, buku kas, buku persediaan stok, buku inventaris barang dan buku laba rugi.

3.   Buatlah Buku Catatan Pengeluaran dan Pemasukan

Saat pertama kali memulai bisnis, Anda harus menyiapkan sebuah buku untuk menuliskan semua pemasukan dan pengeluaran yang terjadi dengan cara menelusuri (tracking) uang masuk dan uang keluar dari mana dan digunakan untuk apa.

Pada pembukuan catatan pengeluaran, catatlah juga berapa jumlah pengeluaran barang yang sudah dikeluarkan untuk modal usaha, mulai dari pembelian stok produk, peralatan dan bahan baku, kegiatan operasional, produksi, administrasi, gaji karyawan, biaya operasional dan biaya non operasional.

Pada pembukuan catatan pemasukan, cobalah untuk mencatat semua pendapatan yang Anda peroleh ketika menjalankan usaha. Contohnya adalah jumlah penjualan produk yang berhasil didapatkan per hari dan piutang yang telah dibayarkan. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk merencanakan pengembalian modal usaha dan target penjualan.

4.   Buatlah Buku Transaksi Utang dan Piutang

Pada buku transaksi piutang, cobalah untuk mencatat semua faktur penjualan (invoice), memo kredit dan bukti memorial yang telah diterbitkan dan dibuat sesuai nomor faktur. Proses ini dilakukan setelah verifikasi pembayaran piutang usaha dari pelanggan. Pada buku transaksi utang, catatlah juga mengenai jumlah penagihan barang yang terjual atau layanan yang diberikan kepada klien atau pemasok (supplier) dalam bentuk memo debit dan laporan pengiriman barang. Proses ini dilakukan setelah verifikasi pembayaran barang kepada pemasok.

Selain itu, bisa juga dibuat sebuah catatan mengenai berapa jumlah utang dan piutang, vendor dan customer mana saja yang masih memiliki saldo utang dan piutang atas barang dagangan. Hal ini bertujuan untuk melacak uang masuk dari pelunasan piutang dan penjualan kredit serta uang keluar untuk pembelian dan pelunasan utang usaha.

5.   Buatlah Buku Kas Utama

Arus kas sangat penting untuk dikontrol bagi bisnis Anda. Arus kas ini dapat dipantau dari buku catatan pengeluaran dan pemasukan. Cobalah untuk membuat kas utama yang berisi gabungan transaksi antara buku arus kas masuk dan buku arus kas keluar dari toko Anda. Hal ini membantu Anda tahu secara jelas berapa total keuntungan dan kerugian usaha, jumlah anggaran usaha untuk uang masuk dan uang keluar serta membuat perencanaan dan strategi usaha apabila di kemudian hari ada biaya tak terduga yang harus dikeluarkan.

6.   Buatlah Buku Persediaan Stok Barang

Jika jumlah persediaan dan transaksi penjualan bisnis Anda banyak, sebaiknya membuat buku persediaan karena persediaan itu penting dalam hubungan langsung dengan penjualan. Buatlah buku catatan persediaan stok barang mengenai apakah barang tersebut yang sudah disimpan dan terjual di gudang serta berapakah jumlah stok barang dagangan yang masuk dan keluar setiap hari.

Catatlah juga mengenai perubahan kuantitas, kualitas dan jenis barang dalam persediaan. Hal ini dilakukan untuk mengatur kapan harus membeli atau memproduksi barang agar tetap stabil serta menghindari terjadinya kecurangan oleh supplier atau kehilangan barang di toko Anda.

7.   Buatlah Buku Inventaris Barang

Cobalah untuk mencatat pengeluaran kas atas setiap barang ataupun aset apa saja yang dibeli setiap waktu agar tetap terkendali. Semua jenis barang untuk usaha Anda, baik dibeli melalui anggaran belanja maupun hibah atau sumbangan akan dicatat di buku inventaris barang. Setelah itu, bandingkan antara pembelian aset di buku inventaris barang dengan buku pengeluaran kas. Hal ini mempermudah Anda dapat menjaga, mengecek, mengawasi dan mengendalikan setiap barang dan aset usaha agar tidak mudah hilang.  

8.   Buatlah Buku Laba Rugi

Buku terakhir yang perlu disiapkan untuk membuat pembukuan keuangan adalah buku laba rugi. Buatlah buku laba rugi mengenai jumlah pendapatan dan beban perusahaan yang telah diperoleh selama periode tertentu. Hal ini ditujukan untuk mengetahui apakah perusahaan sedang dalam kondisi profit (laba) atau rugi, menentukan nilai investasi dan jumlah pajak yang harus dibayar serta memprediksi jumlah arus kas di masa yang akan datang.

Jika Anda baru saja menjalankan usaha atau ingin mengevaluasi perkembangan usaha, buatlah pembukuan keuangan yang rapi namun tetap mudah dipahami, cobalah integrasikan toko Anda dengan software akuntansi dan sistem POS sebagai contoh pembukuan toko usaha. Yuk, biasakan melakukan pembukuan keuangan secara kontinu, seksama dan teliti!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: 8 Tips Sukses Memulai Pembukuan Keuangan untuk UMKM

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.