fbpx

Berkembangnya UMKM di era industri 4.0 tengah menjadi tren persaingan bisnis saat ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan pinjaman online bagi pelaku UMKM untuk membangun bisnis kecil. Maka dari itu, para pengusaha UMKM didorong untuk menyajikan laporan keuangan perusahaan yang layak. Dengan adanya laporan keuangan ini, Anda bisa melihat apakah kondisi keuangan bisnis Anda sehat, kritis atau bangkrut.

Pencatatan akuntansi yang baik tentunya akan mempengaruhi keberhasilan bisnis Anda. Pencatatan akuntansi digunakan sebagai pelaporan transaksi keuangan yang terjadi selama 1 tahun. Hasil catatan tersebut akan menjadi sebuah laporan keuangan bisnis Anda. Laporan inilah yang menjadi acuan untuk menerapkan sebuah strategi bisnis Anda.

Bisnis Anda sulit berkembang jika Anda sulit menentukan sebuah strategi bisnis tanpa adanya laporan keuangan usaha. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya resiko besar, seperti penipuan anggaran keuangan, ketidakpastian suatu kondisi keuangan bisnis dan sulitnya pembuatan keputusan perencanaan bisnis. Untuk mengurangi resiko tersebut, berikut adalah 8 cara mudah pencatatan akuntansi bagi pengusaha UMKM.

Cara-Cara Mudah Lakukan Pencatatan Akuntansi bagi Usaha Kecil

1.   Lakukan Pencatatan Data Transaksi

Data transaksi keuangan dikumpulkan terlebih dahulu baru diidentifikasi dan dianalisis dalam sebuah pencatatan akuntansi. Data transaksi keuangan yang tercatat berupa bukti transaksi pengeluaran dan transaksi pemasukan. Bukti tersebut dapat berbentuk kuintasi, nota, faktur dan wesel bayar. Hal ini ditujukan untuk menentukan kevalidan nilai dan status transaksi tersebut jika dilakukan pemeriksaan pajak dan audit. Tanpa adanya bukti transaksi, catatan keuangan dianggap tidak sah.

Jika ada transaksi pengeluaran untuk membeli barang dagangan, cobalah untuk mencatat setiap pengeluaran atau modal yang telah dikeluarkan selama satu bulan. Hal ini membantu Anda secara mudah membuat target balik modal. Sedangkan, jika ada transaksi pemasukan, catatlah juga mengenai jumlah pemasukan harian yang diperoleh sebagai total pendapatan dalam satu bulan.

2.   Buatlah Jurnal Transaksi

Setelah dilakukan pencatatan bukti transaksi yang ada, saatnya memasukkan semua bukti transaksi ke dalam jurnal transaksi harian. Jurnal transaksi dikenal sebagai jurnal umum. Jurnal umum harus dibuat dan dicatat secara rutin berdasarkan pada urutan waktu. Pada proses pembuatan jurnal umum, identifikasilah data untuk jenis transaksi, seperti transaksi kas, piutang, utang dan sebagainya. Di dalam jurnal umum, terdapat beberapa kolom informasi yang harus dibuat adalah tanggal, nomor bukti, nama akun, keterangan, debit, kredit dan saldo transaksi.

3.   Pindahkan Jurnal Umum ke Buku Besar

Jurnal umum yang telah dibuat baru dipindahkan ke dalam kelompok akun masing-masing sesuai dengan jenis transaksi. Kelompok-kelompok akun inilah yang disebut “Buku Besar’’. Proses pemindahan transaksi dari jurnal umum ke buku besar ini disebut sebagai posting. Di dalam buku besar, satu akun transaksi dari jurnal umum yang digabung menjadi satu kelompok akun sehingga semua transaksi ini menjadi lebih terstruktur. Contohnya adalah buku pembelian, buku penjualan, buku utang, buku piutang.

4.   Buatlah Neraca Saldo

Cobalah untuk membuat neraca saldo (trial balance) dari semua transaksi dalam buku besar. Biasanya dilakukan setiap menjelang penutupan buku selama akhir bulan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pada jenis akun tertentu, saldo debit harus sama dengan saldo kredit. Begitu pula, jumlah nilai keseluruhan transaksi yang saldonya di sisi debit harus sama dengan saldo di sisi kredit.  

5.   Buatlah Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan akuntansi transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku apabila saldo akun neraca saldo sudah sama. Terdiri dari empat jenis laporan keuangan perusahaan jasa, yaitu:

  • Laporan Laba Rugi berisi ringkasan dari semua transaksi pendapatan dan transaksi beban yang diperoleh dalam suatu periode pencatatan akuntansi. Perhitungan selisih antara total pendapatan dan total pengeluaran bisa diketahui dari posisi laba atau rugi bersih dari usaha Anda.
  • Neraca berisi laporan dengan posisi keuangan perusahaan untuk posisi aktiva (aktiva lancar maupun aktiva tetap), kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang) dan modal. Perbedaan antara laporan keuangan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa, yaitu terletak pada akun-akun yang tertera, seperti akun pembelian, penjualan, persediaan, harga pokok penjualan, beban pokok penjualan, retur dan diskon penjualan.
  • Laporan Arus Kas berisi ringkasan dari semua anggaran uang masuk dan uang keluar yang diperoleh dalam suatu periode pencatatan akuntansi. Jika estimasi arus kas kurang, maka dilakukan suatu antisipasi hal-hal yang tak terduga, seperti menaikkan penjualan atau menurunkan biaya pengeluaran.
  • Laporan Perubahan Modal merupakan bagian dari laporan yang menunjukkan perubahan bertambah atau berkurangnya modal pemilik usaha dalam suatu periode pencatatan akuntansi.

6.   Buatlah Jurnal Penutup

Jurnal penutup (closing entries) merupakan ayat jurnal yang perlu dibuat untuk menutup saldo angka nominal, sehingga saldo perkiraan menjadi nol pada akhir periode. Berikut adalah 4 akun yang harus dibuat dalam jurnal penutup, diantaranya:

  1. Akun pendapatan, dengan cara mendebit akun pendapatan dan mengkredit akun ikhtisar laba/rugi.
  2. Akun beban, dengan cara mendebit akun ikhtisar laba/rugi dan mengkredit akun beban
  3. Rekening ikhtisar laba/rugi dibuat jika akun ikhtisar laba/rugi sebelah kredit lebih besar dari akun ikhtisar laba/rugi sebelah debit maka perusahaan memperoleh laba.
  4. Rekening ikhtisar laba/rugi dibuat jika akun ikhtisar laba/rugi sebelah debit lebih besar dari akun ikhtisar laba/rugi sebelah kredit maka perusahaan menderita rugi
  5. Rekening prive, dengan cara mendebit akun modal pemilik dan mengkredit akun prive pemilik.

7.   Buatlah Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo setelah penutupan dilakukan dengan proses tutup buku dan juga dibuat setelah jurnal penutup diposting ke dalam buku besar dari semua akun yang harus ditutup. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa jumlah saldo yang ada pada buku besar telah seimbang.

8.   Buatlah Catatan atas Laporan Keuangan  

Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan tambahan yang berisi informasi perusahaan atas suatu akun tertentu. Berikut 5 catatan atas laporan keuangan, diantaranya:

  • Ulasan umum tentang profil perusahaan yang bersangkutan
  • Ikhtisar keuangan yang menjelaskan tentang kebijakan pencatatan akuntansi perusahaan
  • Ulasan lain mengenai semua hal pada setiap akun dan informasi dalam laporan keuangan
  • Informasi lain tentang dasar yang diambil untuk menyusun laporan keuangan
  • Laporan yang harus tercantum dalam laporan keuangan menurut PSAK.

Untuk memudahkan dalam pembuatan laporan keuangan bisnis, gunakan software akuntansi yang digunakan untuk mengakses status keuangan bisnis Anda dimanapun dan kapan saja. Sehingga Anda dapat secara terus-menerus memantau perkembangan bisnis Anda pada setiap bulan.

Lihat daftar listing berikut untuk memilih penyedia aplikasi akuntansi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: 8 Cara Mudah Pencatatan Akuntansi bagi Pengusaha UMKM

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.