fbpx

Jurnal akuntansi sangat penting dibutuhkan untuk mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi dari waktu ke waktu. Salah satu jurnal akuntansi yang perlu diperhatikan dalam sebuah pembukuan toko adalah jurnal pengeluaran kas. Jurnal pengeluaran kas merupakan salah satu pencatatan transaksi keuangan yang berperan penting untuk melengkapi laporan keuangan yang dapat digunakan untuk kepentingan bisnis.

Artikel kali ini membahas tentang definisi dan beberapa cara membuat jurnal pengeluaran kas beserta contohnya.

Definisi Jurnal Pengeluaran Kas

Jurnal pengeluaran kas (cash disbursement journal) dikenal sebagai jurnal untuk pembayaran uang tunai. Jurnal pengeluaran kas merupakan sebuah catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi untuk pengeluaran kas. Fungsinya adalah untuk mencatat semua transaksi arus kas keluar berkaitan dengan operasional perusahaan. Transaksi tersebut berupa transaksi pembelian dan pengeluaran secara tunai atau kas dari berbagai jenis transaksi yang terjadi pada perusahaan.

Pengeluaran uang kas yang dimaksud di atas akan digunakan untuk membeli barang atau jasa, seperti perlengkapan secara tunai, membayar hutang dagang maupun hutang material, membayar beban lain dan setoran ke dana kas kecil petty cash. Dokumen yang dipakai sebagai dasar pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas adalah faktur dari pemasok yang telah dicap “lunas” pada bukti jumlah kas keluar dan cek atau bilyet giro. Jurnal pengeluaran kas harus dicatat setiap bulan sebelum diposting atau dipindahbukukan ke buku besar utama atau buku besar pembantu.

7 Cara Membuat Jurnal Pengeluaran Kas

Ditinjau dari frekuensi suatu transaksi jurnal pengeluaran kas, dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok transaksi yang sering terjadi dan kelompok transaksi yang jarang terjadi. Untuk transaksi yang sering terjadi pada perusahaan dagang, harus dibuatkan ke kolom akun tersendiri dan akun lawannya adalah kas. Berikut ini beberapa transaksi yang dicatat pada jurnal khusus penggunaan kas adalah:

Pembelian barang dagangan secara tunai, dapat dianalisis menjadi:

  • debit : pembelian
  • kredit : kas

Pembayaran hutang dagang dapat dilakukan dengan 2 cara:

a) jika tanpa potongan pembelian, analisisnya menjadi:

  • debit : hutang usaha
  • kredit : kas

b) Jika ada potongan pembelian, analisisnya menjadi:

  • debit : hutang usaha
  • kredit : kas dan potongan pembelian

Selanjutnya, transaksi pembayaran yang jarang terjadi, maka dibuatkan kolom serba-serbi dan akun lawannya adalah kas. Contoh transaksi berikutnya adalah:

a) Pembelian perlengkapan, peralatan dan aktiva secara tunai, dapat dianalisis menjadi:

  • debit : kolom serba serbi dengan nama akun perlengkapan/peralatan/aktiva
  • kredit : kas

b) Pembayaran biaya sewa, gaji, listrik atau telepon, dapat dianalisis menjadi:

  • debit : kolom serba-serbi dengan akun biaya sewa/gaji/listrik/telepon
  • kredit : kas

7 Cara Membuat Jurnal Pengeluaran Kas

  • Catatlah tanggal pengeluaran kas yang menunjukkan waktu terjadinya transaksi.
  • Catatlah nomor transaksi bukti pengeluaran kas yang menunjukkan nomor bukti transaksi yang biasanya berupa faktur pembelian.
  • Catatlah keterangan atau penjelasan yang berisi uraian transaksi.
  • Beri tanda check (v) pada referensi yang menandakan bahwa transaksi dalam jurnal tersebut telah dipindah bukukan ke buku besar.
  • Kolom akun diisi dengan nama akun bersangkutan. Kolom akun yang didebit berfungsi untuk mencatat nominal bernilai debit. Kolom debit ini terbagi menjadi 4 sub kolom yang memuat akun, seperti:
  1. Kolom akun hutang dagang diisi dengan nilai hutang dagang yang dibayarkan.
  2. Kolom pembelian diisi dengan nilai pembelian dagang secara tunai.
  3. Kolom serba-serbi terbagi menjadi 2 sub kolom yang memuat akun dan Jumlah. Kolom akun untuk mencatat jenis akunnya, sedangkan kolom jumlah untuk mencatat nilai nominal dari jenis akun yang bersangkutan.
  4. Kolom jumlah diisi dengan nilai transaksi dari akun bersangkutan.
  • Kolom akun yang dikredit berfungsi untuk mencatat nominal bernilai kredit.
  • Kolom kredit ini juga terbagi menjadi 2 sub kolom meliputi:
  1. Kolom kas diisi dengan nilai uang tunai yang dikeluarkan.
  2. Kolom potongan pembelian diisi dengan nilai potongan pembelian yang diterima atas transaksi pembelian barang dagangan.
  • Kolom ref diisi dengan kode akun masing-masing.
jurnal pengeluaran kas
Melakukan Perjurnalan terhadap Arus Keluar Masuk Kas

Contoh Perhitungan Jurnal Pengeluaran Kas

Berikut ini contoh transaksi beserta penyelesaiannya di jurnal pengeluaran kas, diantaranya:

  • Tanggal 1 April – Telah dikeluarkan cek no. C085 sebesar Rp 3.900.000 untuk membayar gaji karyawan.
  • Tanggal 10 April – Dibayar secara tunai sebesar Rp 300.000 untuk premi asuransi selama 1 tahun.
  • Tanggal 21 April – Dikeluarkan cek no. C091 sebesar Rp 1.000.000 untuk pembelian barang dagang.
  • Tanggal 24 April – Dibayar kepada UD MELATI sebesar Rp 700.000 (faktur L015). Diserahkan dengan cek no. C092.
  • Tanggal 28 April – Dibayar kepada UD MAWAR dengan rincian:
  1. Jumlah faktur: Rp 2.300.000
  2. Potongan 2%: Rp 46.000
  3. Diserahkan cek no C 093: Rp 2.254.000
  • Tanggal 30 April – Dikeluarkan cek no. C094, untuk keperluan pribadi Bu Mira sebesar Rp 500.000

Berikut adalah jawaban atas pertanyaan mengenai transaksi di atas, diantaranya:

Tanggal transaksi : 1 April  

  • Nomor cek : C 085
  • Keterangan : gaji karyawan
  • Akun didebit: Serba-serbi: akun: beban gaji Rp 3.000.000
  • Akun dikredit: Kas/Bank Rp 3.000.000

Tanggal transaksi : 10 April

  • Keterangan : premi asuransi
  • Akun didebit: Serba-serbi: akun: asuransi dibayar di muka Rp 300.000
  • Akun dikredit: Kas/Bank Rp 300.000

Tanggal transaksi : 21 April

  • Nomor cek : C 091
  • Keterangan : barang dagang
  • Akun didebit: pembelian Rp 1.000.000
  • Akun dikredit: Kas Bank Rp 1.000.000

Tanggal transaksi : 24 April

  • Nomor cek : C 092
  • Keterangan : UD MELATI
  • Akun didebit: hutang dagang Rp 700.000
  • Akun dikredit: Kas Bank Rp 700.000

Tanggal transaksi : 28 April

  • Nomor cek : C 093
  • Keterangan : UD MAWAR
  • Akun didebit: hutang dagang Rp 2.300.000
  • Akun dikredit: potongan pembelian Rp 46.000 dan kas bank Rp 300.000

Tanggal transaksi : 30 April

  • Nomor cek : C 094
  • Keterangan : pengeluaran pribadi
  • Akun didebit: Serba-serbi: akun: prive Bu Mira Rp 500.000
  • Akun dikredit: Kas Bank Rp 500.000

Jika Anda kesulitan membedakan antara anggaran kas dan laporan arus kas, simak artikel kami di halaman berikut.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 2

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: 7 Cara Mudah Membuat Jurnal Pengeluaran Kas dan Contohnya

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.