fbpx

Bank adalah lembaga keuangan yang mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pinjaman kredit. Jenis pinjaman yang diberikan adalah pinjaman investasi, pinjaman modal kerja dan pinjaman konsumsi.

Untuk segmen pelaku bisnis, Bank tentu adalah sumber pendanaan yang bisa dihandalkan. Namun, tidak semua pemilik bisnis yang mengajukan pinjaman memenuhi syarat untuk mendapatkannya.

Pertanyaannya adalah mengapa? Karena Bank sebagai entitas bisnis harus menerapkan manajemen risiko sebelum menyetujui pinjaman kredit. Bank juga menjaga bisnisnya sehingga tetap berjalan dengan baik.

Terlalu banyak pinjaman kredit macet yang diberikan, dapat berdampak buruk bagi kelangsungan hidup Bank. Oleh karena itu, ada beberapa tahapan sebelum memberikan pinjaman—yang penilaiannya didasarkan oleh 4 C dalam proses penilaian pinjaman bisnis.

4 c pinjaman kredit

4 Elemen C yang Perlu Diperhatikan dalam Pinjaman Kredit Bisnis

Character (Karakter Pribadi)

Ini berkaitan dengan reputasi atau nama baik Anda.

Yang kerap menjadi masalah adalah, karyawan bank mungkin tidak mengenal Anda secara pribadi. Apakah Anda orang baik—atau tidak. Apakah Anda akan menepati janji untuk mengembalikan pinjaman—atau justru berpeluang ingkar. Ada begitu banyak orang yang mengajukan pinjaman bagi bisnis mereka ke bank, sehingga tidak mungkin bagi karyawan bank untuk memeriksa rekam jejak seseorang seperti di akun media sosial secara satu per satu—hanya untuk mengetahui siapa dan bagaimana kepribadian mereka sebenarnya.

Jadi, bagaimana karyawan bank akan mengetahui karakter Anda yang sebenarnya? Apakah mereka bertanya kepada tetangga, saudara, keluarga, dan teman Anda? Jawabannya sama sekali tidak. Karena mereka merujuk pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dijalankan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebelum mereka menyetujui permintaan pendanaan Anda.

SLIK OJK seperti “buku besar sejarah” pinjaman Anda. Ini terdiri dari semua data mengenai kapan Anda mendapatkan pinjaman, dari mana Anda mendapatkannya (bank kreditur), bagaimana kinerja pengembalian pinjaman Anda sebelumnya, dll. Semua informasi ini kemudian telah dinilai melalui skor pinjaman kredit yang disebut “Kolektibilitas ”yang terbagi menjadi:

  • Kolektibilitas 1 – Pinjaman Lancar
  • Kolektibilitas 2 – Pinjaman Dalam Perhatian khusus (DPK). Ini masih dianggap sebagai pinjaman yang lancar untuk waktu tunggu hingga 90 hari.
  • Kolektibilitas 3 – Pinjaman Bermasalah 120 Hari; Kurang Lancar
  • Kolektibilitas 4 – Pinjaman Bermasalah 180 Hari; Diragukan
  • Kolektibilitas 5 – Pinjaman Bermasalah lebih dari 180 Hari; Kredit Macet

Untuk pendanaan sektor bisnis, skor kolektibilitas akan menggambarkan karakter Anda sebagai peminjam. Bank akan lebih suka memberikan pinjaman kepada mereka yang masih memiliki kolektibilitas 1 atau 2; sedangkan untuk kolektibilitas 3 hingga 5 sangat mungkin ditolak.

Capacity (Kapasitas)

Sebenarnya Bank sangat berharap bahwa alih-alih menjadi beban, pinjaman yang diberikan seharusnya menjadi solusi bagi para pebisnis dalam mengembangkan usahanya. Inilah sebabnya mengapa ketika Anda mengajukan pinjaman, Bank perlu mengetahui tentang kapasitas bisnis Anda dalam mengelola pendanaan yang diberikan.

Kapasitas adalah penilaian tentang bagaimana bisnis Anda mampu memutar pendanaan yang diterima menjadi pendapatan yang menguntungkan perusahaan. Ini penting bagi Bank karena harus memastikan semua dana yang mereka salurkan bermanfaat bagi bisnis Anda.

Inilah sebabnya mengapa cukup sulit bagi pemilik bisnis baru untuk mendapatkan pendanaan dari bank, karena di usia usaha yang masih belia umumnya belum memiliki perputaraan arus kas yang sehat. Bank di Indonesia lebih suka memberikan dana kepada bisnis yang telah berjalan dengan baik setidaknya selama dua tahun. Dengan catatan bahwa bisnis ini memiliki kapasitas untuk membayar pinjaman mereka sesuai dengan perjanjian pembiayaan.

Pelajari lebih lanjut dalam artikel kami berikut tentang Panduan Manajemen Arus bagi Pemilik Usaha Kecil.

Capital (Modal)

Modal mengacu pada aset bisnis Anda seperti bangunan tempat operasional usaha Anda berlangsung, mesin dan peralatan, bahan mentah untuk produk, dan lain sebagainya. Modal juga mencakup seluruh uang yang dinyatakan dalam laporan arus kas perusahaan, laporan rekening koran dan bank, dan laporan tahunan. Penting bagi Anda untuk memiliki modal yang cukup dalam menjalankan bisnis, sehingga perusahaan dapat tumbuh, dan dapat membayar pinjaman dengan lancar.

Tetapi ketika situasi berubah menjadi sulit, menjadi kewajiban bagi Anda untuk menyerahkan semua aset bisnis kepada Bank untuk melunasi pinjaman Anda, bank harus menjual aset-aset itu, mengubahnya menjadi aset likuid untuk menggantikan semua dana yang telah mereka berikan kepada bisnis Anda.

Collateral (Jaminan)

Berdasarkan konstitusi perbankan No 10 tahun 1998 dinyatakan bahwa agunan adalah jaminan tambahan yang diajukan oleh debitur kepada bank dalam konteks pemberian pinjaman kredit atau fasilitas pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah.

Ada beberapa fungsi agunan untuk bank. Pertama, sebagai dasar perhitungan berapa banyak dana yang dapat mereka berikan untuk bisnis Anda. Secara umum diketahui bahwa bank tidak akan memberikan dana melebihi nilai agunan, berkisar di rentang 70% s/d 90% dari jaminan tersebut. Prinsipnya serupa seperti Pegadaian dimana Anda perlu menukarkan nilai barang dengan nilai uang yang diberikan.

Kedua, untuk perlindungan. Ketika bank menghimpun dana dari masyarakat yang menabung atau menyimpan uang di Bank, mereka harus memastikan bahwa investasi yang bersumber dari dana masyarakat selaku nasabah tersebut dapat kembali sepenuhnya. Jadi ketika pinjaman kredit macet terjadi dan pemilik bisnis tidak memiliki modal untuk melunasi pinjaman, bank akan menjual agunan sehingga uang dapat kembali ke tempat yang semestinya.

Jadi, apa agunan yang layak yang disetujui bank untuk mendapatkan pendanaan?

  1. Tanah
    Aset pertama yang dapat digunakan sebagai jaminan adalah tanah. Namun, Anda harus membuktikan hak kepemilikan, hak penggunaan bisnis, dan lainnya. Bank biasanya akan melihat rincian kepemilikan tanah, apakah tanah itu benar-benar milik Anda atau tidak. Jika kepemilikan telah dikonfirmasi maka bank akan memperkirakan nilai tanah tersebut, untuk kemudian mempertimbangkan apakah ia sebanding dengan dana yang Anda butuhkan.
  2. Bangunan
    Bangunan seperti rumah, pabrik, gudang adalah beberapa aset yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman. Sama dengan tanah, Anda harus memberikan bukti bahwa bangunan itu dilengkapi dengan izin bangunan, dan status hukumnya tidak dalam sengketa.
  3. Kendaraan
    Aset bergerak seperti moda transportasi juga dapat dijadikan jaminan. Yang harus Anda lakukan adalah memberikan Bukti Kepemilikan Kendaraan (BPKB). Oleh karena itu, kendaraan yang masih dalam periode cicilan pelunasan tidak layak untuk mendapatkan pinjaman jaminan.
  4. Mesin
    Apakah Anda memiliki mesin pabrik yang tidak digunakan di gudang tetapi enggan menjual karena Anda masih membutuhkannya? Nah, Anda bisa menjadikan mesin pabrik sebagai jaminan untuk pengajuan pinjaman di bank. Bank biasanya akan terlebih dahulu menganalisis umur mesin pabrik untuk menentukan nilainya.
  5. Stok
    Bank juga mengizinkan saham, dan surat berharga yang masih aktif sebagai jaminan pinjaman Anda. Anda dapat bertanya langsung ke bank untuk informasi lebih lanjut.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Comments to: 4 C dalam Pinjaman Kredit untuk Bisnis

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.