fbpx

Pesatnya perkembangan iklim bisnis di Indonesia yang memunculkan berbagai jenis usaha, salah satunya adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Setiap pengusaha UMKM diwajibkan memiliki laporan keuangan usaha untuk melihat jumlah keuntungan, apakah mengalami keuntungan atau kerugian. Namun, banyak pengusaha tidak memiliki latar belakang pekerjaan di bidang akuntansi dan juga tidak paham mengenai akuntansi, pembukuan dan catatan keuangan untuk lakukan kalkulasi dasar seperti menghitung harga pokok penjualan.

Salah satu hal yang sering ditanyakan oleh para pengusaha UMKM yang belum pernah melakukan pembukuan keuangan adalah harga pokok penjualan (HPP). HPP merupakan salah satu unsur elemen dari laporan laba rugi suatu perusahaan dagang. Kenapa perhitungan HPP itu penting bagi bisnis Anda? Ketepatan perhitungan HPP mempengaruhi keakuratan laba yang diraih perusahaan atau rugi yang ditanggung perusahaan.

Dengan adanya perhitungan HPP, terlebih dahulu dilakukan perhitungan laba dan rugi usaha dan ditentukan biaya produksi dan harga jual dari produk dan jasa yang akan dijual kepada konsumen. Oleh karena itu, Anda tidak boleh salah dalam menentukan harga jual produk untuk mendapatkan perhitungan laba sesuai yang diharapkan.  

Untuk mengembangkan bisnis Anda agar bisa mencapai tingkat keuntungan usaha yang maksimal, dibutuhkan suatu pinjaman modal usaha yang mencakup kebutuhan modal kerja untuk menutupi kebutuhan pembelian persediaan, membiayai piutang dagang dan memaksimalkan pengelolaan kewajiban membayar utang dagang. Artikel kali ini membahas tentang definisi, elemen penentu HPP dan rumus perhitungan HPP.

Definisi Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan (HPP) disebut juga COGS (cost of goods sold) merupakan biaya langsung yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu barang dan jasa yang dijual dengan aktivitas proses yang membuat produk barang dan jasa siap dijual atau digunakan nantinya.  

Dengan kata lain, HPP juga adalah jumlah biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja, bahan baku dan overhead pabrik dalam proses pembuatan produk atau jasa yang dijual ke pelanggan selama periode tertentu. Anggaran harga pokok penjualan pada dasarnya adalah bagian dari anggaran operasional dalam bisnis.

Harga pokok penjualan dicatat sebagai sebagai beban langsung setelah pendapatan pada periode tertentu. HPP juga sebagai patokan dalam menentukan harga jual.  Jika harga jual lebih tinggi dari harga pokok penjualan, maka akan diperoleh laba. Sebaliknya, apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan akan diperoleh kerugian.

3 Komponen dalam Menghitung Harga Pokok Penjualan

Dalam perusahaan dagang, ketersediaan barang menjadi hal penting yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kekosongan stok yang dapat berakibat pada kelangkaan barang dan lebih fatal pada penghasilan laba usaha. Untuk mengetahui besaran nilai jumlah persediaan yang telah terjual agar dihasilkan perhitungan HPP yang akurat, berikut 3 komponen dasar dalam perhitungan harga pokok penjualan adalah:

  1. Persediaan awal barang dagang merupakan persediaan barang dagangan yang tersedia pada awal periode neraca awal usaha atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal perusahaan dagang terdapat pada neraca saldo periode berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau laporan neraca tahun sebelumnya. Informasi tentang saldo persediaan awal barang dagangan bisa dilihat pada neraca.
  2. Persediaan akhir barang dagang merupakan persediaan stok barang dagangan yang tersedia atau tersisa pada akhir periode neraca usaha atau akhir tahun buku berjalan. Informasi tentang saldo persediaan akhir perusahaan bisa ditemukan pada data penyesuaian perusahaan selama akhir periode. Persediaan akhir barang dagang dapat dihitung dengan cara mengurangi jumlah barang siap untuk dijual dari persediaan awal barang dagangan ditambah dengan pembelian bersih.
  3. Pembelian bersih merupakan seluruh pembelian barang dagang, baik pembelian secara tunai maupun kredit yang dilakukan perusahaan, ditambah dengan biaya angkut pembelian kemudian dikurangi dengan diskon atau potongan pembelian dan retur pembelian yang terjadi pada suatu perusahaan selama awal periode sampai akhir periode tertentu. Ada 5 unsur pembelian bersih yang harus diperhatikan adalah biaya angkut pembelian, pembelian kotor, potongan pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga.

Mengembangkan Harga Pokok Penjualan

Alur dari transaksi persediaan dalam proses akuntansi yang terkait dengan neraca diawali dengan saldo persediaan awal (opening balance), yang ditambahkan dengan pembelian barang dagang pada periode berjalan dalam transaksi debit dan kredit, kemudian dikurangi saldo akhir sebagai sisa persediaan. Barulah diketahui harga persediaan yang dibebankan pada HPP. Jika terdapat transaksi penjualan barang, maka saldo persediaan barang  akan berkurang dan harga persediaan akan diakui dengan cara menjurnal.

Untuk mengembangkan anggaran harga pokok penjualan, adapun 3 informasi penting yang harus dibuat, yaitu:

  1. Anggaran bahan baku langsung digunakan untuk menghitung berapa banyak bahan baku yang masih tersisa pada akhir periode setelah saldo awal periode ditambah dengan pembelian yang ada di periode tersebut. Selain bahan baku, harus dilakukan penghitungan biaya bahan tambahan dan ongkos pembelian bahan baku untuk menentukan harga bahan baku.
  2. Anggaran tenaga kerja langsung digunakan untuk menghitung berapa gaji yang harus dibayarkan setiap bulan dalam proses produksi barang dari bahan mentah menjadi barang jadi.
  3. Anggaran overhead pabrik digunakan untuk menghitung biaya penyusutan peralatan produksi yang selalu menyusut setiap produksi. Biasanya muncul dalam perusahaan dagang, seperti biaya pengemasan, reparasi dan pemeliharaan pabrik dan mesin, penyusutan gedung pabrik, biaya listrik dan air pabrik, sewa peralatan dan mesin, sampel produksi dan ongkos kirim kontainer.
menghitung harga pokok penjualan
Menghitung Harga Pokok Penjualan

6 Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan

Ada 6 tahapan dalam menghitung harga pokok penjualan pada perusahaan dagang, yaitu:

  • Menghitung bahan baku terpakai

Bahan baku terpakai = saldo awal bahan baku + pembelian bahan baku – saldo akhir bahan baku

  • Menghitung biaya produksi

Total biaya produksi = bahan baku terpakai + biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead produksi

  • Menghitung harga pokok produksi

Harga pokok produksi = total biaya produksi + saldo awal persediaan barang dalam proses produksi – saldo akhir persediaan barang dalam proses produksi

  • Menghitung pembelian bersih

Pembelian bersih = (Pembelian + biaya angkut pembelian) – (potongan pembelian + retur pembelian), atau: pembelian bersih = (total pembelian tunai dan kredit + biaya angkut) – (potongan pembelian + retur pembelian)

  • Menghitung persediaan barang siap dijual

Persediaan barang siap dijual – persediaan awal + pembelian bersih

  • Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

HPP = harga pokok produksi + persediaan barang awal – persediaan barang akhir, atau: HPP = persediaan barang siap dijual – persediaan barang akhir

Lakukan simulasi terlebih dahulu sebelum cari pinjaman dana tanpa jaminan. Hitunglah mulai dari apa saja yang harus dibeli untuk modal usaha, biaya operasional, gaji karyawan dan sebagainya. Agar lebih mudah dalam melakukan perhitungan HPP, gunakan software akuntansi (seperti Jurnal) dan sistem POS.

Yuk baca artikel terkait berikut yang membahas tentang melakukan markup dalam menentukan harga jual produk dan layanan, disini.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: 3 Komponen Dasar dalam Menghitung Harga Pokok Penjualan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.