fbpx

Tak ada bisnis tanpa rencana. Business plan atau rencana bisnis merupakan suatu pernyataan formal yang berisi mengenai tujuan dari sebuah bisnis dan strategi untuk mencapainya. Mengapa rencana ini penting?

Sebuah bisnis tak mungkin berjalan tanpa adanya persiapan, dan rencana bisnis adalah sebuah persiapan untuk mengidentifikasi bisnis apa yang akan dikerjakan, bagaimana struktur dan strategi perusahaan, bagaimana potensi pasar terhadap produk, bagaimana cara pemasarannya, apa ide yang akan dieksplor, bagaimana perhitungan modalnya, serta membahas mengenai sistem operasional dan mengenal para pesaing.

Semua komponen itu sangat erat dan penting untuk diketahui dalam bisnis. Titik tumpunya akan berkaitan dengan modal. Mengapa modal? Ya, karena modal adalah komponen dasar dalam bisnis anda. Meski saat ini peminjaman semakin mudah dengan adanya pinjaman online. Rencana bisnis tetap harus menjadi bagian dari setiap perkembangan bisnis anda.

Sebagian pebisnis sering bermasalah dengan pinjaman modal usaha. Maka, anda harus belajar dari pengalaman mereka yang mengalami kegagalan akibat masalah pinjaman.

Jika ingin memperlancar bisnis anda, akan lebih baik  untuk cari pinjaman dana tanpa jaminan. Dengan cara ini, anda bisa memiliki banyak waktu untuk membuat rencana bisnis yang maksimal. Agar terhindar dari kesalahan membuat rencana bisnis, anda perlu menyimak 10 kesalahan yang paling sering dilakukan saat merancang rencana bisnis.

1.    Penulisan yang Buruk

Penulisan ejaan, tanda baca, tata bahasa dan gaya tulisan yang buruk tidak akan menarik minat para investor terhadap bisnis anda. Meskipun hanya di atas kertas, anda tetap harus menonjolkan prinsip-prinsip seorang pengusaha yang harus selalu memberikan yang terbaik bagi siapapun yang bekerjasama dengan mereka. Melalui rencana bisnis yang baik, anda dapat menarik para investor untuk bergabung dalam bisnis anda, dan ini akan membantu permodalan serta trust atau kepercayaan mereka kepada anda. Jangan lupa untuk mengecek setiap baris dan detil dari proposal rencana bisnis anda.

Tak hanya soal tulisan, gaya atau sikap anda ketika berhadapan dengan mereka juga akan menjadi indikator penilaian apakah anda layak mendapatkan kepercayaan mereka atau tidak. Bagi mereka yang memiliki sikap percaya diri, berwibawa, formal dan sopan mungkin tidak akan mengalami masalah. Namun lain halnya jika yang diterima adalah kesan sombong, angkuh, ceroboh dan kurang sopan. Hal itu sangat memengaruhi minat para investor. Maka bersikap baiklah di manapun.

2. Presentasi yang Ceroboh

Setelah format tulisan rencana bisnis anda baik dan rapi, hal selanjutnya yang harus diperhatikan adalah presentasi. Sebelum melakukan presentasi pastikan margin rencana bisnis anda telah konsisten, nomor halaman teratur, grafik baik, tabel memiliki judul, dan daftar isi rapi. Mintalah orang lain untuk mengoreksi proposal rencana bisnis anda. Pastikan anda berhasil melewati hal-hal teknis agar mereka bisa lebih fokus ke dalam isi dari rencana bisnis yang telah dibuat.

3. Proposal Tidak Lengkap

Komponen penting yang harus diperhatikan dalam sebuah bisnis di antaranya adalah pelanggan, produk dan layanan, pengaturan keuangan, pemasaran dan penjualan, serta persaingan. Minimal, proposal rencana bisnis anda harus mencakup hal-hal tersebut. Selain itu, rincian arus kas dan laporan pendapatan penting untuk dicantumkan untuk memastikan anda pantas mendapatkan modal dari para investor atau jasa peminjaman modal.

4. Rencananya Tidak Jelas

Buatlah proposal rencana bisnis yang jelas agar tidak membingungkan para pemodal atau investor. Jika ada informasi yang sangat rahasia maka lebih baik anda tunjukkan saja ringkasan proposal terlebih dahulu, dan jika mereka tertarik maka biarkan mereka mempelajarinya lebih lanjut. Lalu mintalah mereka untuk menandatangani perjanjian untuk tidak saling bersaing dan menggunakan materi atau teknologi rahasia yang anda miliki berdasarkan proposal rencana bisnis anda. Namun, biasanya mereka tidak tertarik untuk menandatanganinya kerena ingin meminimalkan biaya hukum mereka dan tidak ingin bersaing dengan anda dalam hal apapun.

5. Rencana Terlalu Rinci

Meskipun kelengkapan sangat dibutuhkan, anda tidak perlu membuatnya terlalu rinci. Anda bisa membaginya menjadi tiga bagian saja, lembar ringkasan usaha dua hingga 3 halaman, rencana bisnis 10 hingga 20 halaman dan lampiran seperlunya. Hal ini cukup untuk membuat para investor atau pemodal memahami maksud anda.

6. Rencana Tidak Realistis

Hal yang paling penting dalam sebuah proposal rencana bisnis adalah tingkat keberhasilannya. Rencana bisnis memang penuh dengan asumsi, namun kembali lagi tingkat keberhasilan akan tetap menjadi tolak ukur dan ide yang anda tuangkan harus realistis. Para investor akan mempelajari proposal anda secara rasional terlebih yang terkait dengan potensi keberhasilan mulai dari pemasaran, harga, sasaran dan lain sebagainya. Jangan biarkan asumsi menjadi liar, ikatlah asumsi anda dengan fakta.

7. Tidak Spesifik

Sama halnya dengan asumsi yang harus diikat dengan fakta, spesifikasi ide anda harus jelas tertulis dalam proposal rencana bisnis. Pelajari segala hal yang terkait dengan bisnis anda seperti kebutuhan konsumen, motivasi, posisi pesaing, pangsa pasar dan tren pasar secara keseluruhan. Data berupa angka, grafik dan statistik akan sangat mendukung proposal rencana bisnis anda.

8. Merasa Tidak Memiliki Resiko

Bisnis sangat dekat dengan resiko. Maka sangat tidak masuk akal jika anda menyatakan tidak ada resiko yang mungkin terjadi dari bisnis anda. Tentu mereka tidak akan mempercayainya. Maka, anda tetap harus menjelaskan resiko apa yang mungkin terjadi dari ide bisnis yang diusulkan. Tak cukup sampai di situ, anda juga harus mampu memaparkan antisipasi atau solusi jika resiko tersebut terjadi.

9. Merasa Tidak Memiliki Pesaing

Hal ini sungguh merupakan sebuah kesalahan. Meskipun produk atau layanan yang diberikan berbeda dengan para pengusaha atau pebisnis lain, percayalah segala hal dapat saling berkaitan bahkan melalui perbedaan. Kompetisi akan tetap berlangsung di semua bidang.

10. Rencana Terlalu Monoton

Rencana bisnis adalah peta bisnis yang menggambarkan bagaimana suatu bisnis akan berjalan dan dilihat dari berbagai sisi dan kebutuhan. Semua tahap disusun secara runtut dan teratur. Jika rencana terlalu monoton dan tidak menarik maka hal itu akan memastikan anda tidak mendapatkan apapun dari rencana yang dibuat. Target sangat penting, di sanalah titik tumpu dari sebuah bisnis, yakni mencapai tujuan. Adapun prosesnya telah disusun dalam sebuah rencana untuk mencapai tujuan tersebut.

Nah, setelah mengetahui kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi di atas masih ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam pembuatan proposal rencana bisnis anda. Pikirkanlah ide dengan baik, temukan ide yang menarik dan petakan ide tersebut secara lengkap untuk membangun tim manajemen, merekrut tenaga kerja, mengatur operasi, mendapatkan pelanggan, bergerak cepat menanggapi manuver pesaing, dan tentunya melindungi diri anda dari tuntutan hukum. Minimalkan pengeluaran dan atur arus kas anda dengan baik. Jangan mencampur aduk uang pribadi dan uang bisnis.

Tak hanya itu, anda tetap harus melakukan riset untuk mendapatkan pemahaman maksimal terkait dengan rencana bisnis yang dimiliki. Lakukan penelitian jauh-jauh hari sebelum anda mengajukan proposal rencana bisnis kepara para pemodal atau investor. Jalinlah kerjasama dengan baik dan buat semua orang merasa nyaman.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik pada bintang untuk memberi rating!

Nilai rata-rata / 5. Jumlah vote:

Belum ada vote sejauh ini. Jadi yang pertama memberi tulisan ini rating!

Karena menurut Anda artikel ini berguna...

Ikuti kami di media sosial!

Contributor
Comments to: 10 Kesalahan dalam Membuat Proposal Rencana Bisnis yang Paling Sering Dilakukan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.

Login

Welcome to Typer

Brief and amiable onboarding is the first thing a new user sees in the theme.
Join Typer
Registration is closed.